Sutjidra Hidupkan Jejak Sejarah Lewat Kawasan Heritage Singaraja
- 20 Jun 2026 08:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Penataan Kawasan Heritage Titik Nol Singaraja mulai menghadirkan wajah baru di pusat Kota Singaraja. Selain menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, kawasan tersebut juga disiapkan sebagai tempat yang mengingatkan kembali sejarah panjang Singaraja sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan pada masanya.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, meninjau langsung perkembangan kawasan tersebut, Kamis 18 Juni 2026. Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian, kawasan yang berada di jantung Kota Singaraja itu sudah mulai dimanfaatkan masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari setelah aktivitas pembangunan selesai dilakukan.
Menurut Sutjidra, penataan kawasan heritage dilakukan bukan hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga untuk mengangkat kembali identitas sejarah Singaraja yang memiliki posisi penting dalam perjalanan Bali. Kota Singaraja pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil sekaligus pusat pemerintahan pada zamannya.
"Kawasan ini menyimpan banyak jejak sejarah yang sengaja kita hidupkan kembali melalui penataan kawasan heritage. Jadi yang kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep heritage yang diterapkan bertujuan menghadirkan kembali identitas sejarah tersebut agar dapat dinikmati sekaligus dipelajari oleh masyarakat maupun wisatawan. Selain memperkuat nilai sejarah, keberadaan kawasan ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kota Singaraja.
"Kami ingin kawasan ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat. Tempat untuk beraktivitas, berinteraksi, menikmati suasana kota, sekaligus mengenal sejarah daerahnya sendiri," ucapnya.
Sutjidra menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan penyempurnaan agar manfaat kawasan semakin dirasakan masyarakat. Kawasan Heritage Titik Nol Singaraja juga diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata baru yang memperkuat posisi Bali Utara di sektor pariwisata.
Menjelang sore hingga matahari terbenam, kawasan tersebut mulai dipadati warga. Masyarakat memanfaatkan ruang terbuka itu untuk berolahraga, berkumpul bersama keluarga, hingga mengabadikan momen dengan latar bangunan bersejarah dan panorama senja di pusat Kota Singaraja.
Salah seorang pengunjung, Eli, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), mengaku terkesan dengan perubahan yang terjadi di kawasan tersebut. Menurutnya, wajah pusat Kota Singaraja kini terlihat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya dan menghadirkan ruang interaksi yang lebih terbuka bagi masyarakat.
"Perubahan pembangunan di Kota Singaraja ini sangat luar biasa. Ini membuat interaksi sosial masyarakat lebih banyak di sini. Kami yang datang dari luar Bali sangat mengapresiasi hal ini," ujarnya.
Eli menilai penataan kawasan membuat lingkungan kota menjadi lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungi. Ia melihat perubahan yang terjadi sangat mencolok dibandingkan kondisi sebelumnya, sehingga menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk menikmati suasana sore.
"Kalau dibandingkan dengan yang dulu tentu perbedaannya sangat mencolok. Sekarang lebih cantik, nyaman, dan cocok untuk menikmati suasana sore maupun berfoto," katanya.
Menurut Eli, Kawasan Heritage Titik Nol Singaraja memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan daerah lain. Keberadaan ornamen singa yang menjadi simbol kota dinilai memperkuat identitas Singaraja sebagai kota bersejarah di Bali Utara.
"Memang ada kesan yang mirip, tetapi Singaraja punya ciri khas sendiri. Ornamen singa yang ada di kawasan ini langsung menunjukkan identitas Kota Singaraja," ujarnya.
Ia berharap pengembangan kawasan terus berlanjut sehingga semakin banyak wisatawan yang tertarik datang ke Bali Utara. Selama ini perhatian wisatawan masih lebih banyak tertuju ke Bali Selatan, sehingga keberadaan kawasan heritage diharapkan mampu memperluas tujuan wisata sekaligus memperkenalkan sejarah Kota Singaraja kepada masyarakat yang lebih luas.
"Selama ini banyak wisatawan lebih mengenal Bali Selatan. Dengan adanya penataan seperti ini, kami berharap semakin banyak orang tertarik datang dan mengenal Singaraja," katanya.
Penataan Kawasan Heritage Titik Nol Singaraja menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat identitas kota sekaligus menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menambah pilihan destinasi di Bali Utara, tetapi juga menjaga jejak sejarah Singaraja agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....