Joged Bumbung Gobleg Curi Perhatian Penonton PKB 2026
- 15 Jun 2026 16:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Duta Kabupaten Buleleng tampil memukau pada hari kedua Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui sajian Tari Joged Bumbung yang dibawakan Sanggar Seni Werdhi Suara Banjar Dinas Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. Penampilan yang berlangsung di Kalangan Madya Mandala Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 14 Juni 2026, berhasil menarik perhatian ratusan penonton.
Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng tampil bersama Sekaa Joged Bumbung Klasik Stuti Dharma Kanthi dari Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Pertunjukan turut disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta para pecinta seni dari berbagai daerah.
Penata Tabuh Sanggar Seni Werdhi Suara, Gede Nikolas Candra Wiadi, mengatakan persiapan penampilan telah dilakukan sejak awal April 2026 setelah sanggar tersebut ditunjuk sebagai Duta Kabupaten Buleleng pada PKB tahun ini. Berbagai persiapan dilakukan untuk menghadirkan pertunjukan yang tetap berakar pada tradisi sekaligus menarik bagi generasi muda.
“Kami melakukan penggalian kembali terhadap kesenian Joged Bumbung khas Buleleng yang berkembang sejak era 1960-an. Proses revitalisasi dilakukan dengan melibatkan para seniman senior dan tokoh-tokoh yang masih memahami bentuk asli Joged Bumbung Buleleng,” ucapnya.
Menurut Nikolas, revitalisasi tersebut terlihat dari bentuk tari dan gending yang mengangkat kembali karakter seni pejogedan gaya Bali Utara atau Denbukit. Gerakan para penari yang dinamis dipadukan dengan iringan gamelan Joged Bumbung Gobleg era 1960-an sehingga menghadirkan suasana yang hangat, komunikatif, dan penuh keceriaan.
Meski tetap berpijak pada pakem tradisi, Sanggar Seni Werdhi Suara juga menghadirkan sejumlah inovasi untuk menjaga minat generasi muda terhadap seni Joged Bumbung. Salah satunya melalui penggunaan alat musik genggong dan mandolin kuno dalam komposisi pertunjukan.
“Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi. Namun, inovasi yang dilakukan tetap berpijak pada akar tradisi agar identitas seni Joged Bumbung Buleleng tetap terjaga,” katanya.
Penampilan yang memadukan revitalisasi tradisi dan sentuhan kreatif tersebut merupakan hasil latihan rutin yang dilaksanakan setiap akhir pekan sejak April lalu. Jadwal latihan disesuaikan karena sebagian besar anggota sekaa merupakan pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang berada di luar desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....