Banjar Festival 2026 Resmi Dibuka Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan UMKM
- 13 Jun 2026 09:45 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Banjar Festival 2026 resmi dibuka Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Lapangan Umum Banjar, Jumat 12 Juni 2026. Festival perdana yang digelar Pemerintah Kecamatan Banjar ini menjadi wadah pelestarian budaya, pengembangan kreativitas masyarakat, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengusung tema “Jatisadu Darmabudi”, yang diangkat dari nilai-nilai luhur dalam Geguritan Sucita, salah satu karya sastra klasik yang menjadi kebanggaan masyarakat Banjar. Beragam kegiatan seni, budaya, olahraga, dan pameran UMKM digelar dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Camat Banjar, Putu Widiawan, mengatakan Banjar Festival menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Festival ini menjadi ruang ekspresi seni, budaya, olahraga, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan lomba gerogak pada hari pertama. Hari kedua diisi kegiatan Fun Bike dengan rute Krisna Oleh-Oleh Temukus menuju Lapangan Desa Banjar, dilanjutkan lomba meleganjur dan hiburan rakyat. Sementara hari ketiga akan dimeriahkan jalan santai, lomba tari Bali kategori Tari Condong dan Baris Jaya, serta berbagai pertunjukan seni lainnya.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Banjar, Forkopimcam, pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat yang telah bersinergi menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang kuat mampu menghadirkan kegiatan yang berkualitas dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi kepada Camat Banjar bersama seluruh unsur Forkopimcam, pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat yang telah bekerja sama dengan sangat baik. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat mampu menghasilkan kegiatan yang besar dan berkualitas,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi penampilan tarian kolosal yang melibatkan sekitar 425 peserta dari berbagai desa dan sekolah di Kecamatan Banjar. Tingginya partisipasi masyarakat dinilai menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Banjar Festival 2026 juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Puluhan pelaku UMKM diberikan ruang untuk mempromosikan produk unggulan daerah, mulai dari kuliner tradisional hingga produk kreatif masyarakat.
“Kecamatan Banjar memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari sektor pariwisata seperti Air Panas Banjar dan Brahmavihara Arama, komoditas pertanian unggulan seperti cengkeh, kopi, dan durian, hingga berbagai produk UMKM yang memiliki daya saing. Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan seluruh potensi tersebut kepada masyarakat luas,” katanya.
Selain pameran UMKM dan pertunjukan seni budaya, Banjar Festival 2026 juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan sekaligus model pengembangan festival tingkat kecamatan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....