Biorock Pemuteran Antar Buleleng Raih Penghargaan Kalpataru Nasional

  • 13 Jun 2026 09:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kabupaten Buleleng kembali mengukir prestasi di tingkat nasional setelah inovasi restorasi terumbu karang berbasis teknologi Biorock di Desa Pemuteran meraih penghargaan Kalpataru 2026. Capaian tersebut berhasil diraih setelah bersaing dengan lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan yang diterima di Jakarta pada Kamis 11 Juni 2026 itu menjadi pengakuan atas keberhasilan masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem laut melalui pendekatan teknologi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, penghargaan Kalpataru menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak mampu menghasilkan dampak positif bagi lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi contoh sekaligus katalisator agar daerah lain, khususnya di Buleleng, turut bergerak dalam pelestarian lingkungan, terutama ekosistem laut. Kami sangat bangga dengan dedikasi Bapak Komang Astika dan tim di Pemuteran,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Komang Astika yang mengembangkan teknologi Biorock sebagai metode percepatan pemulihan terumbu karang. Teknologi ini memanfaatkan arus listrik tegangan rendah yang dialirkan melalui struktur logam untuk merangsang pengendapan mineral kapur sebagai media tumbuh karang.

Komang Astika menjelaskan sistem Biorock menggunakan dua komponen utama, yakni anoda berbahan titanium dan katoda dari besi bangunan. Struktur besi yang dibentuk menyerupai bunga lotus atau kubah kemudian dialiri listrik tegangan rendah sehingga menghasilkan lapisan kalsium karbonat yang mendukung pertumbuhan karang.

“Dengan mengalirkan listrik tegangan rendah ke struktur besi yang dibentuk menyerupai bunga lotus atau kubah, terjadi reaksi kimia yang menyebabkan mineral kapur atau kalsium karbonat mengendap pada struktur tersebut,” ucapnya.

Menurut Komang, teknologi tersebut berawal dari keprihatinan masyarakat Desa Pemuteran terhadap kerusakan ekosistem laut yang disebabkan pemanasan global, praktik pengeboman ikan, dan penggunaan potasium pada masa lalu. Kondisi itu mendorong masyarakat melakukan berbagai upaya pemulihan secara berkelanjutan.

Berkat penerapan teknologi Biorock, kawasan terumbu karang seluas sekitar dua hektare di perairan Pemuteran berhasil dipulihkan. Selain mengembalikan keanekaragaman hayati laut, keberhasilan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan wisata bahari dan konsep ekonomi biru bagi masyarakat pesisir.

“Keberhasilan ini tidak hanya mengembalikan keindahan bawah laut, tetapi juga menjadi model keberlanjutan ekonomi biru bagi masyarakat pesisir di Indonesia,” katanya.

Prestasi Kalpataru yang diraih Desa Pemuteran semakin memperkuat posisi Kabupaten Buleleng sebagai daerah yang konsisten mendorong inovasi pelestarian lingkungan berbasis masyarakat dan teknologi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....