SMKN 1 Singaraja Ingatkan Calon Siswa Pahami Perbedaan SMA dan SMK sebelum Memilih
- 12 Jun 2026 17:50 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Menjelang dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Kepala SMKN 1 Singaraja, Kadek Agus Jaya Pharhyuna, mengingatkan calon peserta didik agar memahami karakteristik pendidikan vokasi sebelum menentukan pilihan melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa memilih SMK hanya sebatas memilih sekolah. Padahal, siswa juga harus menentukan konsentrasi keahlian atau jurusan yang akan menjadi bidang kompetensinya selama menempuh pendidikan.
“Di SMK siswa tidak hanya memilih sekolah, tetapi juga memilih konsentrasi keahlian. Persaingannya justru terjadi pada program keahlian yang dipilih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan SMA yang menggunakan wilayah kecamatan dalam beberapa jalur penerimaan, cakupan penerimaan di SMK lebih luas karena mempertimbangkan keberadaan program keahlian tertentu yang tidak tersedia di setiap daerah.
Karena itu, siswa dari luar Kabupaten Buleleng tetap memiliki kesempatan mendaftar ke SMKN 1 Singaraja apabila program keahlian yang diminati tidak tersedia di daerah asalnya.
Untuk tahun ajaran baru ini, SMKN 1 Singaraja membuka enam konsentrasi keahlian, yaitu Akuntansi, Pemasaran Bisnis Digital, Pemasaran Bisnis Ritel, Manajemen Perkantoran, Usaha Layanan Wisata, dan Perhotelan.
Dari seluruh program yang tersedia, jurusan Perhotelan masih menjadi favorit masyarakat. Tingginya minat tersebut didorong oleh peluang kerja yang cukup luas, baik di sektor pariwisata domestik maupun internasional.
Meski demikian, Agus mengingatkan masyarakat agar tidak memiliki persepsi keliru mengenai pendidikan vokasi. Menurutnya, program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan bukan berarti siswa tidak belajar.
“Enam bulan PKL itu justru proses belajar di dunia industri. Ada siswa yang harus bangun dini hari untuk menjemput tamu di bandara atau menjalani shift malam di hotel. Jadi bukan sekadar magang biasa,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa SMKN 1 Singaraja telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri melalui program kelas industri. Beberapa mitra yang telah bekerja sama antara lain sektor perhotelan dan ritel modern.
Melalui pola tersebut, dunia usaha dan dunia industri terlibat langsung dalam pembinaan siswa sejak masih duduk di bangku sekolah. Bahkan, beberapa perusahaan telah melakukan proses seleksi calon tenaga kerja sejak siswa berada di kelas X.
“Ketika lulus, mereka sudah memiliki pengalaman industri dan sebagian langsung direkrut oleh perusahaan mitra,” katanya.
Terkait pelaksanaan SPMB, Agus memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan berbasis sistem. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada praktik titipan maupun pungutan liar karena seluruh tahapan seleksi dilakukan secara digital.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan posko layanan yang tersedia di sekolah. Jika masih bingung membaca juknis atau mengalami kendala saat pendaftaran daring, petugas siap membantu,” ujarnya.
Ia berharap calon siswa dapat memilih sekolah dan jurusan berdasarkan minat, bakat, serta kesiapan diri
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....