Harga Aspal Melonjak, Pemkab Buleleng Tetap Targetkan 30 Km Jalan Hotmix

  • 06 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kenaikan harga aspal menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam merealisasikan program perbaikan jalan di tahun 2026. Meski demikian, Pemkab Buleleng tetap mempertahankan target penanganan jalan hotmix sepanjang 30 kilometer yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, mengatakan pihaknya tengah melakukan penghitungan ulang terhadap spesifikasi pekerjaan guna menyesuaikan dengan lonjakan harga material konstruksi tersebut.

Beberapa proyek jalan bahkan telah memasuki tahap kontrak, di antaranya ruas jalan di Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan, dan Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Namun, satu paket pekerjaan lainnya belum dapat dilanjutkan karena proses lelang dinyatakan gagal akibat kendala administrasi.

“Target penanganan jalan sepanjang 30 kilometer masih kami pertahankan. Saat ini kami sedang menghitung kembali spesifikasi pekerjaan agar bisa menyesuaikan dengan kenaikan harga aspal,” ucapnya.

Menurutnya, tekanan terhadap pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berasal dari melonjaknya harga aspal, tetapi juga akibat tidak adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang jalan yang diterima Buleleng dalam empat tahun terakhir. Sebelumnya, Buleleng rutin memperoleh alokasi sekitar Rp70 miliar per tahun dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan.

Saat ini, penanganan infrastruktur jalan mengandalkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp70 miliar. Jika usulan tambahan Rp50 miliar melalui APBD Perubahan disetujui, maka total anggaran yang tersedia untuk penanganan jalan akan mencapai Rp120 miliar.

“Selain anggaran Rp70 miliar yang sudah tersedia, Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati juga akan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp50 miliar pada APBD Perubahan,” ujar Adiptha.

Sembari menunggu pelaksanaan proyek peningkatan jalan secara permanen, Pemkab Buleleng juga melakukan penanganan sementara melalui metode patching atau penambalan pada titik-titik kerusakan ringan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan mencegah kerusakan jalan semakin meluas.

Pihaknya berharap penyesuaian yang dilakukan tidak mengurangi target pembangunan infrastruktur jalan yang telah direncanakan, sehingga aksesibilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Buleleng tetap dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....