Pendidikan Pemilih Pemula Jadi Kunci Demokrasi Berkualitas

  • 06 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus memperkuat pendidikan pemilih pemula sebagai upaya mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi, KPU berharap pemilih muda mampu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengatakan pendidikan politik bagi generasi muda tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pemilih. Lebih dari itu, pendidikan pemilih menjadi sarana membangun pemahaman yang benar mengenai demokrasi dan proses politik. Menurutnya, generasi muda perlu melihat politik sebagai instrumen yang dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Tentunya saya berharap dan mengajak seluruh generasi muda agar memaknai dan memahami politik dalam sudut pandang yang positif. Karena kalau kita pahami esensinya, politik merupakan cara yang baik untuk mencapai tujuan bersama-sama demi kesejahteraan bersama,” ujarnya Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia menjelaskan pemahaman politik yang baik harus diikuti dengan kemampuan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Demokrasi, kata dia, tidak hanya diwujudkan saat pemilu berlangsung, tetapi juga tercermin dalam sikap saling menghargai pendapat, musyawarah, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, budaya demokrasi dapat tumbuh dan berkembang secara sehat di tengah masyarakat.

“Dengan kita memahami dan mampu mempraktikkan politik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan sosial, harapan untuk menciptakan demokrasi sesuai esensi dan cita-citanya dapat terwujud pada masa yang akan datang,” katanya.

Putu Arya menambahkan KPU memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan calon pemilih sejak dini agar memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum memasuki usia pemilih. Pendidikan pemilih pemula menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran politik generasi muda sehingga mereka dapat menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

“Mari bersama-sama melalui pendidikan pemilih pemula ini. KPU sebagai lembaga yang menaungi proses demokrasi ingin mempersiapkan calon-calon pemilih agar nantinya mampu menjadi pemilih yang cerdas dan memahami pentingnya partisipasi dalam demokrasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa generasi muda yang telah berusia 17 tahun atau memenuhi syarat sebagai pemilih harus siap berpartisipasi dalam setiap tahapan pemilu. Menurutnya, partisipasi aktif pemilih muda akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa. Karena itu, KPU terus mendorong peningkatan literasi politik agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi agen demokrasi di lingkungannya.

“Ketika tahun politik atau pemilihan umum dimulai, kami berharap seluruh masyarakat, khususnya pemuda yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, siap berpartisipasi dan menyukseskan pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali,” ujarnya.

Melalui pendidikan pemilih pemula yang berkelanjutan, KPU Buleleng berharap lahir generasi muda yang tidak apatis terhadap politik dan demokrasi. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui partisipasi politik yang sehat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KPU dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....