Kemah Budaya X di Gilimanuk Jadi Wadah Generasi Muda Perkuat Jati Diri Budaya

  • 05 Jun 2026 15:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggelar Kemah Budaya X Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah di tengah derasnya pengaruh globalisasi.

Kegiatan yang berlangsung di Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk, Kecamatan Melaya, dimulai Kamis 4 Mei 2026, diikuti para Kader Pelestari Budaya dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Jembrana.

Kepala Bidang Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, I Gede Suartana, mengatakan Kemah Budaya menjadi salah satu sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai budaya, sejarah, dan peradaban yang diwariskan leluhur Bali.

"Melalui Kemah Budaya ini, peserta tidak hanya diajak memahami budaya secara teori, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melestarikannya di masa depan," ujar Suartana.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan diwakili Asisten I Setda Jembrana, I Ketut Armita dalam sambutannya mengatakan perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan bagi generasi muda. Arus informasi yang begitu cepat dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku apabila tidak disikapi dengan bijak.

Karena itu, kegiatan Kemah Budaya dirancang sebagai ruang pembelajaran yang mendorong peserta memahami identitas budaya lokal sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.

Suartana menjelaskan, Museum Manusia Prasejarah Gilimanuk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai sejarah yang penting bagi perkembangan peradaban di Bali. Situs tersebut menyimpan berbagai peninggalan arkeologis yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda.

"Di lokasi ini peserta bisa belajar mengenai kehidupan masyarakat masa lalu, nilai gotong royong, hingga kemampuan nenek moyang dalam membangun peradaban. Nilai-nilai tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan saat ini," katanya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif generasi muda sebagai penerus. Oleh karena itu, peserta diharapkan mampu menjadi agen pelestari budaya di lingkungan masing-masing.

Selain memperkenalkan kekayaan tradisi Bali, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyaring pengaruh budaya luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai lokal dan karakter bangsa.

"Budaya Bali memiliki banyak nilai luhur yang perlu terus digali, dipahami, dan diwariskan. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut," pungkasnya.

Kemah Budaya X Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam mendukung program pemajuan kebudayaan serta memperkuat identitas budaya daerah di kalangan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....