Green Youth Bali Dorong Anak Muda Budayakan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
- 24 Jul 2026 11:47 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui kampanye, anak muda juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Anggota Paguyuban Green Youth Bali, Widya, saat mengisi Obrolan SPADA RRI Singaraja, Jumat, 24 Juli 2026. Menurutnya, hadirnya Titik Nol Singaraja sebagai ikon baru Bali Utara harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihannya agar tetap nyaman dinikmati bersama.
Widya menjelaskan Green Youth Bali selama ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng maupun organisasi pecinta alam lainnya. Kegiatan tersebut meliputi aksi bersih-bersih pantai, sungai, hingga kawasan Buleleng Festival. Selain memungut sampah, para relawan juga mengedukasi masyarakat secara langsung agar tidak membuang sampah sembarangan. "Kalau untuk anak muda, cara paling gampang sebenarnya mulai dari membawa tumbler, membawa tempat makan sendiri, dan menerapkan metode saku sampah sampai menemukan tempat sampah," ucap Widya.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dari semakin banyaknya warga yang membawa wadah makan sendiri maupun tumbler saat beraktivitas. Selain itu, masyarakat juga mulai terbiasa menyimpan sampah sementara ketika belum menemukan tempat sampah. Widya menilai kebiasaan tersebut perlu terus dipertahankan agar tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia juga menekankan bahwa pendidikan lingkungan sebaiknya dimulai dari keluarga sehingga menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
Selain mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, Widya turut mengingatkan pentingnya mematuhi aturan terbaru mengenai jadwal pembuangan sampah di Kabupaten Buleleng. Sampah organik dibuang pada tanggal ganjil, sedangkan sampah anorganik dan residu dibuang pada tanggal genap sesuai waktu yang telah ditentukan. Pengaturan tersebut bertujuan mempermudah proses pengangkutan dan pengelolaan sampah sehingga tidak terjadi penumpukan di tempat penampungan sementara. "Jangan tinggalkan sampah, tapi tinggalkanlah kenangan di Titik Nol Kota Singaraja karena menjadi ikon baru Bali Utara. Datang, nikmati suasananya, foto-foto, tapi jangan nyampah," ujar Widya.
Widya berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di Titik Nol Singaraja maupun di ruang publik lainnya. Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan semakin banyak anak muda yang memberikan contoh positif, budaya menjaga lingkungan di Kabupaten Buleleng diyakini akan semakin kuat dan mampu menciptakan ruang publik yang bersih, sehat, serta nyaman bagi seluruh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....