MBG Jadi Investasi Masa Depan, SPPG Sawan Sangsit Layani 3.000 Penerima Manfaat

  • 03 Jun 2026 11:44 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • MBG Jadi Investasi Masa Depan
  • SPPG Sawan Sangsit
  • Layani 3.000
  • Penerima Manfaat

RRI.CO.ID, Singaraja – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar penyediaan makanan bagi peserta didik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawan Sangsit, I Made Hendra Dwiguna Pawitra.

Menurut Hendra, salah satu alasan utama hadirnya program MBG adalah untuk menekan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Alasan utama adanya MBG ini yaitu mencegah terjadinya stunting dan malnutrisi, serta meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan sehingga kurang konsentrasi saat belajar,” ujarnya.

Ia menegaskan, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Dengan asupan gizi yang lebih baik, anak-anak diharapkan memiliki kesehatan dan kemampuan belajar yang optimal.

Saat ini SPPG Sawan Sangsit melayani 13 sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMK serta sejumlah posyandu di wilayah Desa Sangsit. Total penerima manfaat mencapai sekitar 3.000 orang yang terdiri atas siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Dari pusat targetnya maksimal 3.000 penerima. Sekitar 2.500 untuk siswa dan 500 untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.

Hendra mengatakan, selama delapan bulan pelaksanaan program, pihaknya menerima sejumlah laporan positif dari sekolah. Salah satunya adalah meningkatnya motivasi siswa untuk hadir ke sekolah.

“Sebelumnya ada siswa yang malas sekolah karena tidak membawa bekal atau tidak sempat sarapan. Setelah ada MBG mereka jadi lebih semangat datang ke sekolah,” katanya.

Selain mendukung pendidikan, program MBG juga memberikan manfaat bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Khusus ibu hamil, menu yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan dilengkapi susu untuk membantu pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan.

Menurut Hendra, indikator keberhasilan program tidak hanya dilihat dari tingkat kehadiran siswa, tetapi juga dari peningkatan status gizi penerima manfaat, terutama balita yang menjadi kelompok prioritas dalam upaya pencegahan stunting.

“Program ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat mendukung keberlanjutan program MBG karena manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima langsung, tetapi juga berdampak pada pembangunan sumber daya manusia di masa mendatang.

“Harapan kami program ini bisa diterima masyarakat dan benar-benar bermanfaat bagi siswa, ibu hamil, balita, sekaligus membantu perekonomian daerah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....