Pasar Rakyat PKK Bali di Buleleng Siap Digelar, Libatkan 123 UMKM
- 03 Jun 2026 07:04 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali ke-IV Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 5 Juni mendatang di Lapangan Taman Kota Ngurah Rai, Singaraja. Kegiatan yang mengusung tema “Berbelanja dan Berbagi” itu diharapkan menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Selasa 2 Juni 2026. Rapat melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah yang akan mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari aspek teknis, penataan lokasi, hingga pelayanan kepada pengunjung dan tamu undangan.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Kabupaten Buleleng selaku fasilitator kegiatan memaparkan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum hari pelaksanaan. Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Buleleng, Made Supartawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai OPD agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana.
Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali ke-IV Tahun 2026 direncanakan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Sebanyak 123 pelaku usaha dari sektor pertanian, kuliner, olahan pangan, serta industri kecil dan menengah akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menghadirkan beragam produk lokal, panitia juga menyiapkan penyerahan bantuan kepada 100 penerima manfaat.
Dalam rapat koordinasi itu, Ny. Wardhany Sutjidra menekankan pentingnya kesiapan seluruh panitia dan OPD yang terlibat. Menurutnya, setiap unsur pendukung harus memahami tugas masing-masing sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun tamu yang hadir.
Ia juga meminta agar produk kuliner yang ditampilkan benar-benar mencerminkan kekhasan Kabupaten Buleleng. Selain itu, produk halal dan nonhalal harus dipisahkan secara jelas agar masyarakat lebih mudah memilih produk sesuai kebutuhan dan keyakinannya.
Persiapan pelaku usaha turut menjadi perhatian. Seluruh peserta diminta menyelesaikan penataan stan dan kebutuhan usaha paling lambat sehari sebelum kegiatan berlangsung. Sarana dan prasarana pendukung juga harus disiapkan dengan baik guna mendukung kelancaran acara sejak pembukaan hingga penutupan.
Tidak hanya soal kesiapan lokasi, kualitas produk yang dipasarkan juga menjadi fokus. Ny. Wardhany meminta dilakukan kurasi terhadap barang yang dijual sehingga kualitas tetap terjaga dan harga yang ditawarkan dapat lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Ketersediaan hasil pertanian juga diminta menjadi perhatian mengingat pelaksanaan kegiatan berdekatan dengan Hari Raya Besar Agama Hindu.
Aspek kebersihan dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pasar Rakyat PKK tahun ini. Panitia diminta menghindari penggunaan bahan berbasis plastik sekali pakai serta menyediakan tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik. Sementara pelaku usaha kuliner diingatkan untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada pengunjung.
Menutup arahannya, Ny. Wardhany mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi dan kerja sama agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal di Kabupaten Buleleng.
"Mari kita sukseskan kegiatan ini bersama-sama. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama seluruh pihak, Pasar Rakyat PKK tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujarnya.
Pelaksanaan Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali ke-IV Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi dan promosi produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat peran pelaku usaha lokal serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....