Titik Nol Singaraja Diproyeksikan Jadi Magnet Wisata Kota Lama
- 01 Jun 2026 17:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja terus menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mampu menjawab berbagai kebutuhan perkotaan, mulai dari pengendalian banjir, pelestarian kawasan heritage, hingga pengembangan pariwisata. Proyek strategis tersebut juga dilaksanakan melalui skema pendanaan yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng secara berlebihan.
Kepala Dinas PUPR Perkim Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan penataan Titik Nol merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Proyek ini anggarannya kita inovasikan tanpa memberatkan APBD Kabupaten Buleleng. Pendanaannya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik sehingga pembangunan tetap bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam talkshow di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu 30 Mei 2026.
Menurut Adiptha, tujuan utama penataan kawasan tersebut adalah meningkatkan kapasitas sistem drainase kota untuk mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah kawasan perkotaan. Saluran utama yang berada di kawasan Titik Nol ditata dan dimodernisasi agar mampu mengalirkan debit air secara lebih optimal menuju Tukad Banyumala.
“Tujuan awalnya memang untuk mengatasi persoalan banjir. Dengan peningkatan kapasitas saluran, diharapkan genangan yang selama ini terjadi di beberapa kawasan perkotaan seperti Jalan Anggrek, Kampung Anyar dan wilayah sekitarnya dapat berkurang secara signifikan,” katanya.
Selain fungsi infrastruktur, kawasan Titik Nol juga diarahkan menjadi pusat wisata sejarah Kota Singaraja. Lokasinya yang berada di kawasan kota lama dan dikelilingi sejumlah bangunan bersejarah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage di Bali Utara.
“Titik Nol adalah pusat kawasan bersejarah Singaraja. Penataan ini menjadi upaya untuk menghubungkan nilai-nilai sejarah yang kita miliki dengan kebutuhan kota modern. Kami ingin masyarakat dapat menikmati ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengenal sejarah daerahnya,” ucap Adiptha.
Penataan kawasan juga mencakup pengaturan utilitas perkotaan, termasuk pemindahan jaringan kabel listrik dan telekomunikasi ke bawah tanah agar lingkungan lebih rapi, aman, dan nyaman. Ke depan, kawasan Titik Nol akan terhubung dengan sejumlah destinasi sejarah dan budaya melalui konsep city tour yang menghubungkan Puri Agung Singaraja, Taman Bung Karno, kawasan heritage SMAN 1 Singaraja, Pabean, hingga Labuhan Buleleng.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kawasan kota lama Singaraja yang modern, tertata, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....