KPU Buleleng Ajak Generasi Muda Maknai Politik Secara Positif
- 31 Mei 2026 12:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus mendorong peningkatan pemahaman politik dan demokrasi di kalangan generasi muda melalui berbagai program pendidikan pemilih. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran politik yang sehat sekaligus mempersiapkan lahirnya pemilih-pemilih cerdas pada pemilu mendatang. KPU menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi di masa depan.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengatakan politik kerap dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. Padahal, jika dipahami secara mendalam, politik merupakan sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama demi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai makna dan esensi politik sejak dini.
“Tentunya saya berharap dan mengajak seluruh generasi muda agar memaknai dan memahami politik dari sudut pandang yang positif. Karena jika dipahami esensinya, politik merupakan cara yang baik untuk mencapai tujuan bersama dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama,” ujarnya pada Jumat 29 Mei 2026.
Menurut Arya, pemahaman politik tidak hanya sebatas teori yang dipelajari di ruang kelas atau kegiatan sosialisasi. Lebih dari itu, nilai-nilai politik yang baik perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun sikap saling menghargai, berdiskusi, dan mengambil keputusan bersama. Praktik-praktik tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan demokrasi yang harus ditanamkan sejak usia muda.
“Ketika kita memahami dan mampu mempraktikkan nilai-nilai politik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan sosial, maka harapan untuk mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan esensi dan cita-citanya akan dapat terwujud di masa yang akan datang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan pemilih pemula menjadi salah satu instrumen penting untuk membentuk karakter pemilih yang kritis dan bertanggung jawab. Melalui program tersebut, KPU berupaya memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara serta pentingnya berpartisipasi dalam setiap proses demokrasi. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menentukan pilihan secara rasional dan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Arya menegaskan KPU memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan calon pemilih yang tidak hanya memahami proses pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang kuat. Pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini dapat meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut menjadi investasi penting bagi masa depan demokrasi Indonesia.
“Mari bersama-sama melalui pendidikan pemilih pemula ini. KPU sebagai lembaga yang menaungi pendidikan pemilih berupaya mempersiapkan calon-calon pemilih agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab ketika menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Arya berharap para pemuda yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dapat berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat menentukan kualitas hasil pemilu karena kelompok usia muda merupakan salah satu segmen pemilih terbesar. Dengan pemahaman politik yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang ikut menjaga demokrasi tetap sehat dan berkualitas.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan pemuda, untuk memanfaatkan berbagai kegiatan pendidikan pemilih yang diselenggarakan KPU. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kesadaran politik dan demokrasi diharapkan semakin meningkat. Dengan demikian, pelaksanaan pemilu dari periode ke periode dapat berlangsung lebih partisipatif, berkualitas, dan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar dipilih berdasarkan kehendak rakyat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....