Sutjidra Gandeng Mahasiswa Satukan Ide Bangun Buleleng Paten
- 28 Mei 2026 20:43 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai membuka ruang dialog lebih luas dengan kalangan mahasiswa untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Langkah itu terlihat saat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menggelar diskusi dan perbincangan santai bersama mahasiswa di Bichito Cafe, Kamis 28 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah menyerap aspirasi sekaligus menyatukan gagasan generasi muda dalam mendukung pembangunan Buleleng yang lebih maju dan berdaya saing. Forum dialog berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.
Dalam kesempatan itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kelompok intelektual yang mampu menghadirkan ide kreatif dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa.
“Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan. Saya berharap melalui diskusi seperti ini akan lahir gagasan-gagasan baru yang bisa memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Sutjidra juga menekankan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik maupun masukan dari mahasiswa. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan generasi muda menjadi salah satu cara agar program pembangunan berjalan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan saran dan masukan dari adik-adik mahasiswa agar program pembangunan yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Saya ingin mahasiswa ikut mengawal pembangunan Buleleng,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan mahasiswa merupakan aset penting daerah yang harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi. Pemerintah daerah, lanjut dia, ingin membangun sinergi yang kuat bersama generasi muda agar ide dan inovasi mahasiswa dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi. Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi sehingga ide dan inovasi mahasiswa bisa diimplementasikan dalam pembangunan daerah,” ucapnya.
Dialog interaktif tersebut membahas sejumlah isu mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur. Sejumlah mahasiswa juga menyampaikan pandangan terkait tantangan pembangunan di Buleleng serta harapan agar pemerintah terus membuka ruang komunikasi dengan generasi muda.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada diskusi semata. Ide, kritik, dan gagasan yang muncul diharapkan mampu menjadi masukan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....