BEE 2026 Dibuka, Bupati Sutjidra Tegaskan Kebangkitan Singaraja Kota Pendidikan

  • 20 Mei 2026 16:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi membuka Buleleng Education Expo (BEE) 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan pendidikan tahunan ini menjadi ruang besar bagi sekolah, guru, mahasiswa, dan masyarakat untuk menampilkan berbagai inovasi sekaligus memperkuat arah pembangunan pendidikan di Buleleng.

Pembukaan BEE 2026 berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan pelajar, tenaga pendidik, hingga mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. Beragam karya dan inovasi ditampilkan, mulai dari teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), seni pertunjukan, hingga kreativitas siswa yang menjadi daya tarik utama selama pelaksanaan expo.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menegaskan, BEE 2026 bukan sekadar pameran pendidikan, tetapi menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali identitas Singaraja sebagai Kota Pendidikan di Bali. Menurutnya, pendidikan harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya dan karakter lokal.

“Melalui BEE 2026, kita ingin menunjukkan bahwa Buleleng siap menjadi pusat pendidikan yang maju, inovatif, dan tetap berakar pada nilai budaya serta karakter Mabraya,” ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence dan coding harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk membentuk generasi yang unggul. Tidak hanya berprestasi secara akademik, generasi muda juga harus memiliki etika, empati, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan era digital.

“Anak-anak kita harus mampu bersaing di era digital, namun tetap santun, kreatif, dan memiliki jiwa gotong royong,” katanya.

Bupati Sutjidra juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan melalui visi pembangunan “Buleleng Paten”. Upaya itu diwujudkan melalui penguatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, hingga pengembangan metode pembelajaran mendalam atau deep learning agar mutu pendidikan terus meningkat.

Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 101 sekolah terlibat dalam pementasan seni dan kreativitas. Selain itu, 54 satuan pendidikan menghadirkan pameran interaktif yang menampilkan inovasi pembelajaran, karya siswa, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam proses pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata menyampaikan bahwa BEE 2026 dirancang sebagai wadah memperkuat sinergi seluruh elemen pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali citra Singaraja sebagai Kota Pendidikan.

“BEE bukan hanya expo, tetapi ruang kolaborasi untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan inovasi pendidikan Buleleng kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Ia menambahkan, filosofi “Bee” atau lebah dipilih karena melambangkan kerja sama, ketekunan, dan produktivitas. Nilai itu dinilai sejalan dengan semangat membangun ekosistem pendidikan yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Selama tiga hari ke depan, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow Program Satu Keluarga Satu Sarjana, lomba praktik baik pembelajaran yang diikuti ratusan guru, layanan pendidikan, hingga pertunjukan seni siswa terbaik Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap melalui BEE 2026 lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan mampu memperkuat posisi Singaraja sebagai pusat pendidikan unggulan di Bali Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....