BPBD Bali Perkuat Pemetaan Risiko Bencana Berbasis GIS

  • 27 Mei 2026 15:26 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Upaya penguatan mitigasi bencana di Bali terus dilakukan seiring tingginya ancaman bencana alam di sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang didorong yakni peningkatan kapasitas pemetaan risiko berbasis data geospasial melalui pelatihan Geographic Information System (GIS).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah menggelar bimbingan teknis GIS yang melibatkan BPBD kabupaten/kota, komunitas kebencanaan, hingga perwakilan desa di Bali. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu difokuskan untuk meningkatkan kemampuan aparatur dan komunitas dalam mengelola data spasial guna mendukung pengurangan risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Teja Bhusana dalam rilis yang diterima Rabu 27 Mei 2026 mengatakan pemanfaatan GIS sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat saat menghadapi situasi kebencanaan. Menurutnya, data spasial yang detail dapat membantu penyusunan rencana mitigasi, termasuk penentuan jalur evakuasi dan titik pengungsian secara lebih akurat.

Bali sendiri dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi karena kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir pantai. Sepanjang 2025 tercatat ribuan kejadian bencana didominasi bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Kondisi tersebut mendorong pentingnya penguatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam membaca potensi risiko melalui pemanfaatan teknologi pemetaan.

Pelaksanaan pelatihan GIS ini turut didukung Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan Program SIAP SIAGA, program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia di bidang manajemen risiko bencana.

Head of Sub-National Programs Program SIAP SIAGA, Deswanto Marbun Rabu 27 Mei 2026 mengatakan kemampuan membaca data risiko berbasis spasial menjadi kebutuhan penting dalam tata kelola penanggulangan bencana yang efektif. Dalam pelatihan yang sudah digelar tersebut, peserta dibekali berbagai keterampilan teknis, mulai dari pemetaan berbasis WhatsApp, penggunaan drone untuk pemetaan udara, hingga visualisasi data publik menggunakan platform digital.

Sementara itu, fasilitator BPBD Kabupaten Karangasem sekaligus Ketua Garudia Kemanusiaan Global, I Wayan Pika Wiadnya menegaskan masyarakat memiliki peran strategis karena paling memahami kondisi dan potensi risiko di wilayah masing-masing.

Melalui penguatan kapasitas GIS tersebut, pemerintah daerah berharap sinergi antara aparatur, komunitas, dan masyarakat dapat semakin solid dalam membangun ketangguhan menghadapi ancaman bencana di Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....