Musim Panen Cengkeh Bawa Berkah bagi Pengerajin Tangga Bambu
- 24 Mei 2026 16:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Musim panen cengkeh di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, turut membawa berkah bagi pengerajin “jan” atau tangga bambu. Alat tradisional yang digunakan untuk memanjat pohon cengkeh itu menjadi kebutuhan utama petani dan pemetik saat musim panen tiba.
Salah satu pengerajin jan bambu di Desa Padangbulia, Nyoman Puger (63), mengatakan aktivitas membuat tangga bambu sudah menjadi rutinitasnya setiap menjelang musim panen cengkeh. Pensiunan pegawai negeri sipil itu mengaku memang memiliki hobi mengolah batang bambu sejak lama.
“Kalau musim panen cengkeh mulai dekat, biasanya saya rutin membuat jan bambu,” ujarnya kepada RRI, Minggu 24 Mei 2026.
Dalam membuat satu buah tangga bambu, Nyoman Puger menghabiskan modal sekitar Rp75 ribu. Tangga kemudian dijual dengan harga Rp12.500 per palit atau anak tangga. Rata-rata satu jan memiliki sekitar 15 anak tangga.

Bahan baku bambu menurutnya tidak pernah sulit didapat. Bambu dipesan melalui telepon dan langsung diantar ke rumahnya dari kebun warga di Desa Gitgit yang masih banyak ditumbuhi rumpun bambu.
Untuk rangka utama, ia menggunakan bambu anyaman, sementara bagian anak tangga memakai bambu petung agar lebih kuat menopang beban pemetik cengkeh. Seluruh bagian dirakit dan diikat menggunakan tali plastik.
“Kalau panen raya bisa terjual sampai 100 tangga. Tapi sekarang sudah menurun,” katanya.
Dalam satu musim panen, jumlah penjualan jan bambu berkisar antara 30 hingga 100 buah tergantung kondisi hasil panen cengkeh warga.
Meski permintaan mulai berkurang, Nyoman Puger memastikan tidak ada bagian bambu yang terbuang sia-sia. Potongan bambu kecil dimanfaatkan menjadi tangkai sate untuk kebutuhan banten saat Hari Raya Galungan maupun upacara manusia yadnya. Sementara sisa bambu yang lebih panjang dianyam menjadi klatkat, salah satu sarana upacara dalam budaya Hindu Bali.
Usaha jan bambu tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi musiman masyarakat desa yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola kerja generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....