Krisis Pemetik Cengkeh di Gitgit, Risiko Tinggi dan Upah Rendah Jadi Penyebab
- 24 Mei 2026 14:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Petani cengkeh di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, menghadapi krisis tenaga pemetik cengkeh dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil panen tahun lalu tidak sempat dipetik hingga akhirnya terbuang.
Petani cengkeh asal Desa Gitgit, Kadek Eliani (42), mengatakan siklus panen cengkeh di wilayah dataran tinggi memang berbeda dibanding daerah lain. Faktor cuaca dan ketinggian wilayah menyebabkan pohon cengkeh di Gitgit umumnya hanya menghasilkan panen besar setiap dua hingga tiga tahun sekali.
“Di Gitgit biasanya panen besar dua sampai tiga tahun sekali karena dipengaruhi cuaca dan letak kebun yang lebih tinggi,” ujarnya kepada RRI, Minggu 24 Mei 2026.
Menurutnya, tahun ini kebun cengkeh miliknya belum memasuki masa panen. Hasil produksi diperkirakan baru bisa dinikmati pada musim berikutnya.
Selain faktor alam, persoalan kekurangan tenaga pemetik menjadi tantangan utama petani cengkeh di wilayah tersebut. Luasnya areal perkebunan cengkeh di Desa Gitgit tidak sebanding dengan jumlah tenaga pemetik yang kini hanya tersisa beberapa orang.
Pada musim panen tahun lalu, sebagian hasil cengkeh bahkan terbuang karena tidak ada pekerja yang memetik.
“Tahun lalu sebenarnya ada hasil, tetapi banyak yang terbuang karena tidak dapat tukang petik,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pemilik lahan cengkeh di Desa Padangbulia, Nyoman Sulasmi (61), menilai minimnya tenaga pemetik disebabkan pekerjaan tersebut dianggap kurang menjanjikan dan memiliki risiko tinggi.
“Upahnya sedikit, 6 ribu rupiah per kilogram, kerjanya musiman hanya setahun sekali, dan rawan kecelakaan. Beberapa pemetik bahkan ada yang jatuh dari pohon sampai patah tulang,” katanya.
Ia menambahkan, generasi muda kini lebih memilih bekerja di luar daerah maupun ke luar negeri dibanding menjadi pemetik cengkeh. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah tenaga pemetik tradisional terus berkurang setiap tahun.
Petani berharap ada perhatian terhadap keberlangsungan tenaga kerja di sektor perkebunan agar hasil panen cengkeh di wilayah pegunungan Buleleng tidak kembali terbuang pada musim mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....