DPRD Buleleng Pastikan Pembangunan Desa Tak Tergeser Titik Nol
- 24 Mei 2026 08:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - DPRD Kabupaten Buleleng memastikan pembangunan program prioritas di sektor lain tidak akan tergeser akibat rencana pembangunan kawasan Titik Nol Buleleng pada tahun 2026. Pembangunan infrastruktur desa, kesehatan, pendidikan hingga program pengentasan kemiskinan disebut tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan pembangunan menjadi terpusat di kawasan kota.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan berbagai pertanyaan muncul di masyarakat mengenai pembangunan Titik Nol. Sebagian masyarakat menilai proyek tersebut berpotensi membuat pembangunan lebih terfokus pada kawasan perkotaan. Kondisi itu dinilai perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 berlangsung cukup panjang dan mendalam. Pembahasan tersebut tidak hanya menyoroti pembangunan Titik Nol, tetapi juga memastikan seluruh program prioritas daerah masuk dalam perencanaan pembangunan secara menyeluruh. Seluruh program disebut telah disusun berdasarkan skala prioritas yang terukur.
“Bukan hanya membahas masalah Titik Nol, karena ini adalah pola pembangunan yang holistik, artinya direncanakan dengan baik dan secara menyeluruh. Dari visi dan misi besar Bupati Buleleng, tidak hanya infrastruktur tetapi juga kesehatan, pendidikan serta program-program lainnya sudah tercover dengan baik,” ujarnya.
Arya menjelaskan kondisi fiskal daerah memang belum sekuat daerah lain yang memiliki pendapatan asli daerah besar. Karena itu pemerintah daerah bersama DPRD harus menyusun strategi agar program pembangunan tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan anggaran. Langkah tersebut dilakukan dengan menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan pembangunan di Kabupaten Buleleng tidak hanya berorientasi pada kawasan perkotaan, tetapi juga memperhatikan wilayah pedesaan. Berbagai sektor penting seperti infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan hingga pengentasan kemiskinan tetap menjadi fokus pemerintah daerah. Menurutnya, semua program tersebut sudah terakumulasi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah.
“Mana yang harus dikedepankan, mana yang harus dinomor duakan, dan mana yang harus dinomor tigakan, tetapi semua program kerja baik infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun ketahanan dan pengentasan kemiskinan sudah kami ranking dan rencanakan dengan baik,” katanya.
DPRD Buleleng juga menilai pembangunan kawasan Titik Nol tidak dapat dipandang secara terpisah dari program pembangunan lainnya. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi yang nantinya berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah. Dampak lanjutan yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan daerah dalam mendukung pembangunan sektor lain secara berkelanjutan.
Dengan adanya penjelasan tersebut, DPRD meminta masyarakat tidak khawatir terhadap arah pembangunan Kabupaten Buleleng ke depan. DPRD memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan agar seluruh program pembangunan dapat direalisasikan secara seimbang dan sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerataan pembangunan antara desa dan kota disebut tetap menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....