Pemkab Buleleng Usulkan Revitalisasi 80 Sekolah Tahun Ini

  • 23 Mei 2026 11:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mengusulkan revitalisasi terhadap 80 satuan pendidikan pada tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Program tersebut tidak hanya menyasar perbaikan bangunan sekolah yang rusak, tetapi juga pembangunan fasilitas baru guna mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.

Jumlah sekolah yang diusulkan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, program revitalisasi hanya menyasar 59 lembaga pendidikan, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 80 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan peningkatan jumlah sekolah yang diusulkan dilakukan untuk menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih memerlukan perhatian.

“Revitalisasi sekolah tahun lalu hanya dapat 59 lembaga, tapi tahun ini dapat 80 sekolah. Ini membantu sekali, karena ada sekolah-sekolah yang sangat memerlukan,” ujarnya.

Revitalisasi akan menyasar jenjang PAUD, Pendidikan Non Formal (PNF), SD hingga SMP. Pada jenjang PAUD dan PNF, sebanyak 35 lembaga diusulkan menerima bantuan pembangunan area bermain, ruang kelas baru, ruang UKS, toilet, perpustakaan SKB atau Taman Bacaan Masyarakat, hingga ruang praktik keterampilan.

Selain pembangunan fasilitas baru, sejumlah lembaga pendidikan juga akan memperoleh rehabilitasi ruang administrasi, ruang kelas, dan toilet yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, sebanyak 30 sekolah dasar diusulkan memperoleh bantuan pembangunan kantin, laboratorium, perpustakaan, ruang administrasi, ruang kelas baru, serta ruang UKS. Sejumlah fasilitas lama juga masuk dalam daftar rehabilitasi.

Untuk tingkat SMP, sebanyak 15 sekolah diusulkan menjadi sasaran revitalisasi melalui pembangunan ruang administrasi, ruang kelas baru, serta rehabilitasi fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menjelaskan sekolah yang diusulkan telah melalui proses seleksi berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Sekolah-sekolah ini hasil seleksi di Dapodik. Nanti mereka secara bertahap dipanggil oleh pusat untuk mengikuti bimtek,” katanya.

Saat ini usulan revitalisasi masih berada dalam tahap verifikasi pemerintah pusat. Pihaknya berharap seluruh sekolah yang diajukan dapat memperoleh bantuan mengingat masih banyak fasilitas pendidikan yang membutuhkan perbaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....