BEE 2026 Jadi Ruang Kreativitas Pendidikan dan Penggerak Ekonomi Kreatif Lokal

  • 23 Mei 2026 07:25 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • BEE 2026
  • Ruang Kreativitas Pendidikan
  • Penggerak Ekonomi Kreatif Lokal

RRI.CO.ID, Singaraja – Buleleng Education Expo (BEE) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Jumat 22 Mei. Kegiatan pendidikan tahunan yang kembali digelar setelah vakum delapan tahun ini menghadirkan ratusan pementasan edukatif dan puluhan pameran pendidikan dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng.

Selama pelaksanaan expo, tercatat sekitar 5.000 masyarakat mengunjungi lokasi kegiatan. Selain menjadi ruang apresiasi dunia pendidikan, kegiatan ini juga dinilai memberi dampak positif terhadap pelaku ekonomi kreatif di sekitar area penyelenggaraan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata mengatakan BEE 2026 menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif yang melibatkan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

“Selama tiga hari, BEE menghadirkan 101 pementasan, 54 pameran pendidikan, talk show ‘1 Keluarga 1 Sarjana’, lomba Best Practice Pembelajaran, serta layanan program Disdikpora Buleleng,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan pendidikan yang dikemas secara terbuka dan interaktif.

“Dengan total kunjungan masyarakat mencapai sekitar 5.000 orang, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi kreatif di sekitar lokasi expo,” ucap Surya Bharata.

Beragam penampilan seni, inovasi pembelajaran, hingga pameran karya siswa menjadi daya tarik utama selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pelaku UMKM di sekitar lokasi juga turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama expo berlangsung.

Pada penutupan kegiatan turut diumumkan pemenang lomba Best Practice Pembelajaran yang diikuti 266 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, BEE 2026 juga memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi penyelenggaraan kegiatan pendidikan tersebut.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang hadir dalam penutupan menyampaikan bahwa kegiatan seperti BEE dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan perkembangan dunia pendidikan sekaligus memperluas akses informasi pendidikan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif untuk menampilkan kemajuan pendidikan kita di Kabupaten Buleleng dan memberikan informasi terkait dunia pendidikan kepada lembaga pendidikan maupun siswa di sekolah,” kata Supriatna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....