Dinsos P3A Buleleng Luncurkan BESTIE Buleleng, Layanan Cepat Aduan Kekerasan

  • 21 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Buleleng meluncurkan inovasi layanan “BESTIE Buleleng” atau Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap anak dan perempuan di daerah tersebut. Program ini hadir sebagai bentuk respons atas meningkatnya kasus kekerasan yang melibatkan kelompok rentan di masyarakat. Pemerintah daerah berharap inovasi ini dapat mempercepat penanganan laporan kekerasan secara lebih efektif.

Layanan BESTIE Buleleng dirancang sebagai kanal pengaduan cepat yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi pesan WhatsApp di nomor 0821 312 5468. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan berbagai bentuk kekerasan seperti perundungan, pelecehan, hingga persoalan sosial yang melibatkan anak dan perempuan. Sistem ini diharapkan mampu memperpendek waktu respons dan memperkuat perlindungan korban di lapangan.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan peningkatan kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menyoroti beberapa kasus yang terjadi belakangan ini dan menegaskan pentingnya respons cepat dari semua pihak. “Kasus terakhir yang kita tahu bersama terjadi di panti asuhan. Kekerasan yang dominan itu seperti persetubuhan dan pelecehan, sehingga kami bergerak cepat melakukan pendampingan sampai ke permasalahan sekolah dan pendidikan korban,” ujarnya saat Dialog Interaktif Hai Bali Ken-Ken Berjaringan Nusa Tenggara Barat, pada Kamis 21 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kepedulian lingkungan sekitar sangat penting agar korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi kasus yang dialami. “Harapannya ini menjadi sinergitas kerja sama semua pihak. Jangan menjadi penonton terhadap anak-anak yang menjadi korban kekerasan,” katanya.

Melalui inovasi BESTIE Buleleng, Dinas Sosial P3A berharap masyarakat memiliki saluran yang lebih mudah untuk melaporkan setiap indikasi kekerasan. Layanan ini juga diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kasus sehingga tidak berlarut-larut. Pemerintah daerah menilai kecepatan respons menjadi kunci dalam memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

“Kami dari Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, membuat inovasi BESTIE Buleleng ini dengan harapan menjadi salah satu solusi penanganan kekerasan agar dapat berkurang di Kabupaten Buleleng,” ucapnya.

Ia menambahkan, BESTIE Buleleng juga diharapkan menjadi ruang edukasi dan pendampingan bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap isu perlindungan anak dan perempuan. Selain sebagai layanan pengaduan, program ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk mencegah kekerasan sejak dini. “Semoga BESTIE Buleleng bisa menjadi teman dalam menyelesaikan permasalahan kekerasan anak di Kabupaten Buleleng,” ucapnya.

Dengan hadirnya inovasi ini, pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Dinas Sosial P3A juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, peduli, dan ramah bagi anak serta perempuan di Buleleng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....