Titik Nol Buleleng Diproyeksikan Hidupkan Kembali Jejak Bali Utara
- 17 Mei 2026 08:01 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pembangunan kawasan Titik Nol di Kabupaten Buleleng diproyeksikan tidak hanya menghadirkan wajah baru kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi langkah untuk menghidupkan kembali identitas sejarah Bali Utara yang pernah menjadi pusat penting di masa lampau. Kawasan tersebut diharapkan menjadi ikon baru Buleleng yang mampu memperkuat nilai sejarah sekaligus mengenalkan generasi muda terhadap perjalanan daerahnya.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan pembangunan Titik Nol telah dirancang sebagai bagian dari visi besar pembangunan Kabupaten Buleleng ke depan. Menurutnya, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga memiliki tujuan untuk membangkitkan kembali sejarah dan karakter Buleleng yang mulai terlupakan.
Ia menjelaskan banyak generasi muda saat ini yang belum mengetahui sejarah penting Buleleng pada masa lampau. Karena itu, pembangunan Titik Nol diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sejarah yang mampu memperkenalkan kembali perjalanan Bali Utara kepada masyarakat. “Titik nol ini akan membawa hal baru untuk Buleleng yang mungkin dulu terlupakan dan anak-anak generasi sekarang belum mengetahui. Ketika titik nol ini dibangun, akan muncul pertanyaan dan pengetahuan bahwa inilah Buleleng tempo dulu,” ujarnya.
Menurut Arya, kawasan yang akan ditata nantinya tidak hanya terfokus pada satu titik saja. Pengembangan kawasan juga dirancang terhubung dengan wilayah lain yang memiliki nilai sejarah tinggi, mulai dari kawasan sekitar Tugu Singa, Pelabuhan Buleleng hingga area lainnya yang memiliki keterkaitan dengan identitas kota lama. Penataan itu diharapkan mampu membangun wajah kota yang lebih terintegrasi.
Ia mengatakan Buleleng memiliki sejarah panjang yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi saat ini. Pada masa lalu, wilayah ini dikenal memiliki posisi strategis dan bahkan pernah menjadi bagian penting dari kawasan yang dikenal sebagai Sunda Kecil. “Buleleng sempat menjadi Sunda Kecil dan kawasan ini merupakan kawasan heritage yang memang harus diketahui oleh generasi muda kita,” katanya.
Selain mengangkat sisi sejarah, pembangunan kawasan Titik Nol juga diproyeksikan menghadirkan identitas baru yang membedakan Buleleng dengan daerah lain di Bali. Keberadaan bangunan-bangunan peninggalan lama yang akan ditata kembali disebut menjadi bagian penting dalam menjaga nilai sejarah daerah. Penataan kawasan diharapkan mampu menghadirkan perpaduan antara unsur sejarah, budaya, dan pengembangan kawasan modern.
“Tetapi tujuan besarnya memang seperti itu, bagaimana kawasan ini dibangun dengan baik, gedung-gedung peninggalan lama direnovasi dan generasi muda tidak hanya melihat Buleleng hari ini, tetapi juga melihat Buleleng tempo dulu,” ucapnya.
Arya menambahkan pembangunan Titik Nol juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah daerahnya sendiri. Ia berharap masyarakat dapat melihat proyek tersebut secara utuh dan tidak hanya menilai dari sisi pembangunan fisik semata. Menurutnya, keberadaan Titik Nol nantinya diharapkan menjadi simbol baru yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....