KPU Buleleng Jangkau 38 Titik Sekolah dan Kampus Edukasi Pemilih

  • 17 Mei 2026 07:39 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng terus memperluas jangkauan pendidikan demokrasi kepada masyarakat melalui program sosialisasi pemilih berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan menyasar sekolah menengah hingga perguruan tinggi sebagai langkah mempersiapkan generasi muda menghadapi Pemilu 2029. Fokus utama program ini adalah membentuk pemahaman politik dan demokrasi sejak dini bagi calon pemilih pemula.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata mengatakan selama tahun 2025 pihaknya telah melakukan sosialisasi di puluhan titik di Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut menyasar sekolah negeri, sekolah swasta hingga perguruan tinggi. Langkah itu dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai proses demokrasi dan kepemiluan.

“Di tahun 2025 kami sudah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan hampir di 38 titik di Kabupaten Buleleng, baik itu sekolah SMA negeri, swasta maupun kampus,” ujarnya pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Arya, pelaksanaan sosialisasi di masa non tahapan pemilu menjadi bagian dari tanggung jawab KPU dalam membangun pendidikan demokrasi yang berkelanjutan. Ia menilai pemahaman terhadap demokrasi tidak dapat diberikan secara instan saat mendekati pemilu. Pendidikan politik sejak dini diperlukan agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat terkait hak dan tanggung jawab sebagai pemilih.

KPU Buleleng juga menargetkan pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun 2026 dengan cakupan yang sama. Bahkan jumlah titik sosialisasi berpotensi bertambah melalui kolaborasi dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan melibatkan banyak siswa baru tingkat SMA. Siswa kelas 10 dipandang menjadi kelompok strategis karena nantinya akan masuk kategori pemilih pemula pada Pemilu 2029.

“Tahun ini rancangan kami masih di 38 titik, mudah-mudahan nantinya bisa bertambah karena akan digabungkan dengan kegiatan MPLS yang banyak melibatkan siswa kelas 10,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran pada masa non tahapan pemilu, KPU Buleleng mengaku tetap berupaya menjaga keberlangsungan program pendidikan pemilih. Pihaknya terus membangun komunikasi dengan sekolah agar kegiatan dapat berjalan melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak. Menurut Arya, keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan untuk tetap menjangkau masyarakat.

Selain itu, KPU Buleleng juga mengapresiasi dukungan yang diberikan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan media massa yang ikut membantu menyebarluaskan informasi kegiatan kepemiluan. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi tambahan dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. KPU berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat untuk meningkatkan partisipasi pemilih di masa mendatang.

“Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan saat ini dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan partisipasi pemilih, khususnya generasi muda, pada Pemilu 2029 mendatang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....