KPU Buleleng Perkuat Pendidikan Demokrasi Pemilih Pemula

  • 11 Mei 2026 06:56 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng terus menggencarkan sosialisasi pendidikan demokrasi dengan menyasar kalangan pelajar dan generasi muda sebagai pemilih pemula. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab KPU pada masa non tahapan pemilu dan pilkada. Pendidikan demokrasi dinilai penting untuk membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini menjelang Pemilu 2029.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata mengatakan, KPU RI telah menetapkan strategi nasional yang menjadi pedoman seluruh KPU di Indonesia. Strategi tersebut mulai dijalankan sejak tahun 2025 melalui program pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan pendidikan pemilih pemula. “KPU Republik Indonesia memiliki program strategi nasional, salah satunya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan sosialisasi pendidikan pemilih pemula. Karena itu seluruh KPU kabupaten/kota hingga provinsi wajib menjalankan kegiatan sosialisasi ini,” ujarnya Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Arya Suarnata, sasaran utama program tersebut adalah siswa sekolah menengah atas, khususnya kelas 10 yang nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Melalui pendidikan demokrasi sejak dini, para siswa diharapkan memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Selain itu, generasi muda juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi politik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ia menjelaskan, KPU Buleleng tetap berupaya menjalankan sosialisasi meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat efisiensi di masa non tahapan pemilu. KPU melakukan komunikasi dengan pihak sekolah agar kegiatan pendidikan pemilih tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Walaupun di tengah efisiensi anggaran, kami tetap berusaha melakukan komunikasi dengan pimpinan sekolah agar diberikan ruang dan waktu untuk memberikan pendidikan demokrasi kepada siswa,” katanya.

Arya menilai pendidikan demokrasi tidak cukup dilakukan secara singkat menjelang pemilu berlangsung. Menurutnya, pemahaman politik harus dibangun sejak awal agar generasi muda benar-benar memahami proses demokrasi secara menyeluruh. “Kalau hanya diberikan sosialisasi sepintas saat tahapan pemilu, tentu pengetahuan yang diserap sangat kurang. Karena itu pendidikan demokrasi harus dilakukan sejak dini,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Buleleng. Generasi muda disebut sebagai kelompok strategis yang harus dipersiapkan melalui pendidikan politik yang tepat agar mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi. Dukungan masyarakat, sekolah, pemerintah, dan media juga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

Selain pendidikan pemilih pemula, program strategi nasional KPU juga menitikberatkan pada pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. KPU mengajak masyarakat aktif melaporkan perubahan data keluarga, seperti anggota keluarga meninggal dunia atau perubahan status perkawinan. Langkah tersebut dilakukan agar data pemilih yang dimiliki KPU tetap akurat dan mutakhir menjelang pelaksanaan pemilu mendatang.

KPU Buleleng berharap sosialisasi pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan partisipasi politik generasi muda pada Pemilu 2029. Dengan keterlibatan aktif pemilih pemula, kualitas demokrasi di daerah diharapkan semakin baik. “Kami berharap generasi muda dapat menjadi pelopor demokrasi yang sehat dan mampu memberikan edukasi politik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....