Mahasiswa Flores di Singaraja Bersih-Bersih Pura, Tebarkan Pesan Toleransi

  • 10 Mei 2026 16:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Mahasiswa asal Flores yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Flores (HIMFLOR) NTT Singaraja menggelar aksi sosial bersih-bersih di kawasan Wantilan Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Minggu 10 Mei 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) pertama organisasi sekaligus menjadi pesan nyata tentang pentingnya toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Aksi sosial tersebut diikuti sejumlah mahasiswa Flores yang sedang menempuh pendidikan di Singaraja. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Buleleng, Drh. I Nyoman Dhukajaya, yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih bersama para mahasiswa.

Ketua HIMFLOR Singaraja, Marius Peka Lein, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi yang hampir genap satu tahun. Menurutnya, HIMFLOR hadir bukan hanya sebagai wadah berkumpul mahasiswa Flores, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi dengan masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal.

“Sebagai bentuk rasa syukur HIMFLOR telah berjalan hampir setahun. Ini menjadi wadah komunikasi antar kami mahasiswa asal Flores sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ketua Panitia, Yuztino Da Yakob Goja, menambahkan kegiatan sosial itu juga menjadi upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal. Menurutnya, mahasiswa perantau harus mampu menunjukkan nilai kebersamaan melalui tindakan nyata di lingkungan sekitar.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini menjadi contoh kerja sama dan saling merangkul di tanah rantau ini,” ujarnya.

Aksi para mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari Jero Kelian Pura Taman Sari, Ketut Windu Saputra. Ia menilai kegiatan itu menunjukkan semangat persaudaraan dan toleransi yang penting dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada adik-adik mahasiswa Flores. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh dan memberi nilai positif dalam menjaga harmonisasi di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat HIMFLOR Singaraja, Anthonius Sanjaya Kiabeni, menjelaskan pemilihan lokasi kegiatan di kawasan pura memiliki makna penting, yakni sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal dan penguatan nilai kerukunan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menerapkan filosofi “di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung” selama menjalani kehidupan di perantauan.

“Ditengah adanya pandangan dan perilaku negatif terhadap oknum tertentu, justru kami membangun interaksi sosial positif untuk menangkal imej negatif terhadap anak-anak asal Flores,” ucapnya.

Anthonius menegaskan HIMFLOR akan terus mendorong berbagai kegiatan positif yang melibatkan mahasiswa Flores di Singaraja. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan, sekaligus menjaga semangat saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk.

“Memaknai keberagaman dengan selalu menghormati kearifan lokal, itu yang selalu kami sampaikan kepada mahasiswa yang tergabung di HIMFLOR,” tandasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....