Zan Zan Apresiasi Program Sampah Plastik untuk Bayar Pajak
- 10 Mei 2026 09:11 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Program pemanfaatan sampah non-organik untuk membantu pembayaran pajak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan di Kabupaten Buleleng. Gagasan tersebut dinilai menjadi langkah inovatif dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kepatuhan membayar pajak daerah. Konsep itu juga dianggap mampu mengurangi persoalan sampah plastik yang selama ini masih menjadi tantangan lingkungan.
Owner Omunity Bali, Ketut Zan Zan menilai program tersebut sebagai terobosan baru yang melihat persoalan lingkungan dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan adanya upaya kreatif pemerintah daerah dalam memadukan isu lingkungan dan pembangunan daerah. Program tersebut dinilai mampu memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang selama ini dianggap tidak berguna.
“Ini satu gebrakan baru. Berarti kita mempunyai bupati yang smart melihat apa yang terjadi di lapangan. Ini hal yang sangat bagus karena jika kita rajin mengumpulkan plastik atau semua yang non-organik lalu dikumpulkan, itu jadi uang. Seolah-olah itu yang kita pakai bayar pajak sekarang,” ujarnya pada Minggu, 10 Mei 2026.
Tokoh penggerak Desa Wisata Sudaji itu mengatakan skema tersebut berpotensi mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah plastik. Sampah yang sebelumnya dibuang sembarangan kini bisa dipandang sebagai aset yang memiliki nilai manfaat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih disiplin memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, program tersebut juga dapat menekan pencemaran lingkungan karena masyarakat terdorong mengumpulkan sampah plastik untuk ditabung atau ditukarkan. Ia menyebut semakin banyak sampah yang terkumpul, semakin besar pula nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Kondisi itu dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih di kawasan desa maupun perkotaan.
“Plastik-plastik enggak bakalan ada di luar lagi kelihatan karena plastik ini akan dipakai untuk membayar pajak itu sendiri. Mulai sekarang taruh plastik di rumah, sebesar apa pun nanti suatu saat kita kumpulkan, dihitung value-nya lalu dipakai membayar pajak,” katanya.
Ketut Zan Zan juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tetap disiplin membayar pajak demi mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk fasilitas publik yang dapat dinikmati bersama. Karena itu, pengelolaan sampah berbasis ekonomi dinilai dapat menjadi salah satu cara kreatif memperkuat partisipasi warga terhadap pembangunan.
Ia menambahkan pengumpulan sampah non-organik tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan. Sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang selama ini dikembangkan di Desa Sudaji disebut dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Dengan kolaborasi masyarakat dan pemerintah, persoalan sampah diharapkan bisa diatasi secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....