Singa Kren Fest 2026 Hidupkan Kreativitas di Pelabuhan Tua

  • 09 Mei 2026 10:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Festival Singa Kren Fest 2026 resmi dibuka Pemerintah Kabupaten Buleleng di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat 8 Mei 2026. Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi ruang ekspresi kreativitas masyarakat sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif di Kota Singaraja.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta masyarakat umum. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Dapil Buleleng Kadek Turkini dan I Wayan Soma Adnyana, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, jajaran kepala perangkat daerah, Forkopimcam Buleleng, hingga para perbekel dan lurah se-Kecamatan Buleleng. Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak awal kegiatan dengan memadati kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival perdana tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, pelaku UMKM, seniman, hingga masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan. Festival ini dinilai mampu menghadirkan ruang kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Buleleng.

“Singa Kren Fest 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga wadah pelestarian seni dan budaya lokal, ruang pengembangan kreativitas, serta penggerak ekonomi masyarakat. Keberadaan kawasan heritage Kota Singaraja dan Pelabuhan Tua Buleleng menjadi kekayaan sejarah dan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujarnya.

Bupati Sutjidra juga menegaskan Kecamatan Buleleng memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pemerintahan, perdagangan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Keberadaan kawasan heritage dinilai menjadi aset penting yang mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Kota Singaraja. Selain itu, pertumbuhan UMKM dan komunitas kreatif disebut menjadi penopang utama ekonomi masyarakat lokal.

Beragam kegiatan ditampilkan dalam Singa Kren Fest 2026, mulai dari pertunjukan seni budaya, pameran UMKM lokal, hingga sajian kuliner khas daerah. Festival ini juga menghadirkan berbagai kreativitas masyarakat yang memadukan unsur budaya tradisional dengan inovasi modern. Suasana kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pun tampak hidup dengan aktivitas seni dan ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Camat Buleleng menjelaskan Singa Kren Festival 2026 merupakan festival perdana yang digelar Kecamatan Buleleng dengan mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”. Tema tersebut mengandung makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan masyarakat. Festival ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas masyarakat berbasis budaya lokal.

“Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, seniman, dan generasi muda dalam menampilkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyerahkan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI kepada 13 perwakilan masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah. Pemerintah berharap penghargaan itu dapat memotivasi masyarakat untuk terus melahirkan karya dan inovasi baru bagi kemajuan Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....