Cegah Stunting sejak Hamil, Buleleng Fokus Generasi Unggul

  • 30 Apr 2026 09:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menitikberatkan intervensi sejak masa kehamilan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal sejak dalam kandungan. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan kualitas generasi masa depan dapat terjaga dengan baik.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada anak yang sudah terindikasi, tetapi juga dimulai dari ibu hamil. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan sejak dini agar risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. “Yang terpenting kita terus melakukan upaya-upaya bagaimana persoalan stunting ini bisa diturunkan, karena ini menyangkut masalah generasi kita ke depan,” ujarnya pada Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan, stunting merupakan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, perhatian terhadap asupan gizi ibu hamil menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pencegahan.

Selain itu, Supriatna juga mengungkapkan bahwa persebaran stunting di Kabupaten Buleleng cenderung merata di seluruh wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan stunting bukan hanya terjadi di daerah tertentu, melainkan menjadi tantangan bersama. “Kalau dilihat wilayah Buleleng, hampir secara keseluruhan kondisi stunting ini merata di semua wilayah,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah terus mendorong pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi. Penanganan tidak hanya dilakukan melalui bantuan makanan tambahan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam memastikan program berjalan efektif.

Lebih lanjut, Supriatna menekankan pentingnya kesinambungan program dalam jangka panjang. Ia menyebutkan bahwa upaya penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari fondasi yang kuat, yaitu kesehatan sejak dini. Dengan menekan angka stunting, maka peluang untuk menciptakan generasi unggul semakin terbuka. Hal ini juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Buleleng pun berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program intervensi. Mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga edukasi masyarakat akan terus digencarkan. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi penerus di Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....