Korban Tenggelam Tembok Barak Ditemukan, Operasi SAR Berakhir

  • 26 Apr 2026 10:39 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pencarian korban tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kedua operasi, Minggu 26 April 2026, tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan penyisiran intensif sejak pagi.

Korban diketahui bernama Ardianan Wardana Putra (23), asal Sleman, Yogyakarta. Sejak pagi hari, tim SAR bersama masyarakat setempat memfokuskan pencarian di sekitar pusaran air terjun yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa tim menemukan titik yang dicurigai sebagai lokasi korban. “Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing,” ujarnya.

Untuk memastikan dugaan tersebut, tim penyelam langsung diturunkan ke lokasi. Upaya ini dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi arus serta kedalaman air di sekitar titik yang dicurigai.

Tak berselang lama, korban akhirnya ditemukan pada pukul 09.00 Wita di bawah permukaan air. “Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya,” katanya.

Korban ditemukan pada kedalaman sekitar 6 hingga 7 meter dengan kondisi masih mengenakan celana warna hitam. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka benturan pada tubuh korban.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulans PMI Kabupaten Buleleng. Proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan dengan dukungan masyarakat setempat.

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam saat mandi bersama rekannya di lokasi air terjun pada Sabtu 25 April 2026 sekitar pukul 16.30 Wita. Upaya pencarian pada hari pertama dilakukan hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil karena keterbatasan pencahayaan dan kondisi lokasi.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, hingga unsur TNI dan masyarakat. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....