BIMA Sakti Digenjot, Kualitas Data Buleleng Kian Diperkuat
- 25 Apr 2026 17:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat kualitas data daerah melalui program pembinaan Maraton Masyarakat Statistik (BIMA Sakti). Program ini dijalankan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola data yang lebih terintegrasi.
Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti), pembinaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh perangkat daerah. Fokus utama program ini tidak hanya pada kualitas data, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik.
Kepala Bidang Persandian dan Statistik Komang Ery Marta Pariata menjelaskan, BIMA Sakti merupakan bagian dari fungsi pembinaan statistik oleh BPS dalam kerangka Satu Data Indonesia. Peran masing-masing lembaga telah dibagi, mulai dari pembina, wali data, hingga produsen data di tingkat OPD.
“Tujuan utama pembinaan ini adalah mendorong peningkatan kualitas data agar sesuai dengan kaidah statistik, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memastikan sinkronisasi data antar perangkat daerah,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu 25 April 2026.
Ia menambahkan, program BIMA Sakti akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan lima kali kegiatan dalam satu tahun. Melalui kegiatan tersebut, data yang dihasilkan diharapkan tidak hanya akurat, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat luas.
Sebagai wali data, Dinas Kominfosanti memegang peran penting dalam pengelolaan dan diseminasi data sektoral. Salah satu implementasinya adalah penyediaan data sebaran titik layanan free WiFi di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng yang dapat diakses oleh masyarakat.
Selain itu, upaya peningkatan literasi statistik juga terus dilakukan melalui berbagai kanal informasi. Data dan informasi disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat, termasuk melalui portal Satu Data Buleleng dan media sosial.
“Melalui literasi statistik, masyarakat diajak untuk lebih memahami informasi berbasis data, sekaligus memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan ruang terbuka hijau, pengenalan potensi pasar tradisional, hingga sektor UMKM,” katanya.
Peran masyarakat juga dinilai penting dalam mendukung kualitas data yang dihasilkan. Pelaku usaha dan UMKM diharapkan dapat memberikan data yang akurat sesuai kondisi lapangan, terutama dalam pelaksanaan sensus ekonomi oleh BPS.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPS, OPD hingga masyarakat, penguatan ekosistem data di Buleleng terus didorong. Langkah ini diharapkan mampu mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data yang valid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....