Peran Posyandu Kunci Pengawasan Stunting di Buleleng

  • 25 Apr 2026 09:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Peran Posyandu dan tenaga kesehatan di tingkat desa dinilai menjadi garda terdepan dalam upaya pengawasan dan penanganan stunting di Kabupaten Buleleng. Hal ini terlihat dalam kegiatan penyerahan bantuan paket makanan tambahan bagi balita stunting dan ibu hamil di Wantilan Desa Adat Banyuasri. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga penguatan sistem pemantauan kesehatan masyarakat.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak terlepas dari kerja aktif Posyandu dan bidan desa. Ia menyebutkan, pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam melakukan pengawasan rutin terhadap anak-anak berisiko stunting. “Ini kegiatan rutin yang dilakukan bersama, termasuk Posyandu dan tenaga kesehatan, untuk memastikan anak-anak dan ibu hamil mendapatkan perhatian yang tepat,” ujarnya pada Jumat, 24 April 2026.

Menurutnya, pemantauan secara langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi riil masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya bergantung pada data survei, tetapi juga melakukan pendataan langsung melalui tenaga kesehatan di desa. “Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan kondisi di lapangan terpantau dengan baik sehingga penanganannya bisa tepat sasaran,” katanya.

Supriatna juga menekankan bahwa persoalan stunting menyangkut masa depan generasi, sehingga diperlukan penanganan yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan adanya pemantauan rutin dari Posyandu, diharapkan setiap perkembangan kondisi anak dapat segera ditindaklanjuti. “Kita terus melakukan upaya-upaya agar persoalan stunting ini bisa diturunkan karena ini menyangkut generasi kita ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Banyuasri, Nyoman Merta Suweca, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Posyandu dan bidan secara rutin melakukan pemantauan terhadap balita stunting. Kegiatan tersebut dilakukan setiap bulan melalui pos stunting yang mencatat perkembangan kesehatan anak. Pengawasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar berdampak.

“Kami bekerja sama dengan Posyandu dan bidan untuk melakukan pengawasan. Setiap bulan kami laksanakan pos stunting dan mencatat perkembangan anak-anak yang terdampak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa selain pemantauan, pihaknya juga активно melakukan sosialisasi kepada orang tua terkait pentingnya asupan gizi dan pola asuh yang baik.

Lebih lanjut, Suweca menyebutkan bahwa data di wilayahnya menunjukkan terdapat 19 balita stunting dan 19 balita kurang gizi yang terus dipantau secara intensif. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong perbaikan kondisi kesehatan anak secara bertahap. Selain itu, sebanyak 43 ibu hamil juga mendapatkan perhatian melalui program pemenuhan gizi.

Dengan penguatan peran Posyandu sebagai ujung tombak di lapangan, diharapkan upaya penanganan stunting di Buleleng semakin efektif. Pemerintah daerah pun terus mendorong sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Langkah ini diyakini mampu menciptakan sistem pengawasan yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....