Permintaan Sapi Kurban Buleleng Melonjak, Kuota Diminta Ditambah

  • 24 Apr 2026 18:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Permintaan hewan kurban, khususnya sapi, di Kabupaten Buleleng mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Lonjakan ini terjadi dalam waktu singkat dan mendorong aktivitas distribusi ke berbagai daerah di luar Bali. Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan tambahan kuota pengiriman dari pelaku usaha.

Peningkatan permintaan ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan kuota pengiriman. Meskipun Pemerintah Provinsi Bali telah menaikkan kuota pengiriman sapi menjadi 50.000 ekor pada 2026 dari sebelumnya sekitar 40.000 ekor, pelaku usaha menilai jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan pasar.

Salah satu pedagang sapi asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Made Taro, menyampaikan bahwa permintaan datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebut pengiriman dilakukan ke sejumlah kota besar dengan jumlah yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Kami berharap akan ada penambahan kuota pengiriman sapi mengingat permintaan masih tinggi. Dan dalam momen ini hanya beberapa hari ada lonjakan permintaan dan kemungkinan masih terus akan ada peningkatan hingga menjelang hari raya (Idul Adha),” ujarnya, Kamis 23 April 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah mengirim lebih dari 500 ekor sapi ke berbagai daerah. Distribusi dilakukan melalui jalur darat dengan intensitas pengiriman yang terus bertambah seiring meningkatnya permintaan pasar.

Selain jumlah, bobot sapi juga menjadi perhatian dalam permintaan pasar. Rata-rata sapi yang diminati memiliki bobot sekitar 400 kilogram, yang dinilai sesuai dengan kebutuhan kurban di berbagai daerah tujuan.

“Ada momentum yang sangat baik untuk peternak memenuhi permintaan pasar. Nah, kesempatan saat ini momentumnya, paling tidak ada penguatan produk lokal dan yang terpenting memutar ekonomi rakyat,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, aktivitas perdagangan dan distribusi juga turut mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

Namun demikian, pelaku usaha berharap adanya dukungan tambahan dari pemerintah, terutama dalam hal kuota pengiriman dan kemudahan perizinan. Hal ini dinilai penting agar peluang pasar menjelang Idul Adha dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Harapan kami di sisa waktu menjelang Hari Raya Idul Adha ini ada kelonggaran pemberian kuota sehingga peternak dapat memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan maksimal,” ucapnya.

Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan hewan kurban dari Bali, khususnya Buleleng, ke berbagai daerah di Indonesia. Penyesuaian kuota dan dukungan kebijakan diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha dan peternak lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....