Rencana Lapas Kerobokan Pindah ke Jembrana Dikaji

  • 24 Apr 2026 11:36 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Wacana pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kerobokan dari Kabupaten Badung ke Kabupaten Jembrana mulai menunjukkan perkembangan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) disebut telah melakukan peninjauan awal terhadap lahan yang disiapkan di wilayah Kecamatan Melaya.

Kepala Rutan Kelas II-B Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, membenarkan adanya kunjungan lapangan tersebut. Peninjauan dilakukan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali pada pertengahan April 2026.

“Tim dari pusat bersama pihak provinsi sudah melihat langsung lokasi di Melaya sekitar tanggal 15 April lalu,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.

Dari informasi sementara, lahan yang diproyeksikan untuk pembangunan lapas baru itu memiliki luas sekitar 11 hektare. Lokasinya berada di tepi jalur utama Denpasar–Gilimanuk, sehingga dinilai cukup representatif untuk pengembangan fasilitas pemasyarakatan.

“Awalnya sekitar 10 hektare, ada kemungkinan bertambah menjadi 11 hektare. Namun, ini masih belum final,” ucapnya.

Selain rencana relokasi Lapas Kerobokan ke wilayah barat Bali, pemerintah juga menyiapkan pembangunan rumah tahanan (rutan) baru di kawasan Mengwi, Kabupaten Badung. Rutan tersebut dirancang berdiri di atas lahan kurang lebih 4 hektare untuk mendukung kelancaran proses hukum, khususnya bagi tahanan yang menjalani persidangan di Denpasar dan sekitarnya.

Mahendra menegaskan, keberadaan lapas baru di Jembrana nantinya tidak akan menggeser fungsi Rutan Negara. Ia menyebut, peran keduanya berbeda dalam sistem pemasyarakatan.

“Rutan tetap beroperasi seperti biasa. Setelah statusnya menjadi narapidana, barulah dipindahkan ke lapas. Ini juga diharapkan bisa mengurangi kelebihan kapasitas,” katanya menambahkan.

Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Prosesnya, mulai dari penentuan kelayakan hingga realisasi pembangunan, diperkirakan memerlukan waktu yang cukup panjang.

“Peninjauan memang sudah dilakukan, tapi ini masih sebatas rencana dan masih dikaji lebih lanjut,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....