BNNK dan Disdikpora Buleleng Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba
- 22 Apr 2026 13:08 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), Rabu 22 April 2026. Program ini menjadi langkah konkret dalam membangun ketahanan generasi muda dari ancaman narkoba sejak dini.
Peluncuran IKAN dilaksanakan di SMP Negeri 3 Banjar dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Hadir dalam kegiatan tersebut kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Buleleng, koordinator pengawas, serta undangan terkait lainnya. Momentum ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program P4GN di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menegaskan bahwa integrasi kurikulum anti narkoba merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda. Ia menyebutkan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda. “Integrasi kurikulum anti narkoba merupakan langkah strategis dalam membentengi generasi muda sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata. Pembentukan karakter dan kesadaran terhadap bahaya narkoba harus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. “Pendidikan harus mampu membentuk kesadaran siswa terhadap bahaya narkoba, bukan hanya mengejar prestasi akademik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Buleleng, Komang Yudha Murdianto, menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai garda terdepan dalam pencegahan narkoba. Menurutnya, pendekatan melalui kurikulum akan memberikan pemahaman yang lebih sistematis kepada siswa. “Sekolah memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan gerakan ANANDA BERSINAR yang menekankan pencegahan sejak usia dini. Dengan kurikulum yang terintegrasi, siswa diharapkan mampu memahami bahaya narkoba secara komprehensif. “Melalui kurikulum terintegrasi, siswa diharapkan mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan launching berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi serta penandatanganan kerja sama. Puncak kegiatan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol resmi dimulainya implementasi IKAN di sekolah.
Dengan diluncurkannya program ini, seluruh satuan pendidikan di Buleleng diharapkan dapat mengimplementasikan pendidikan anti narkoba secara berkelanjutan. Program ini juga diarahkan untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) berbasis P4GN. Sinergi antara BNNK dan Disdikpora diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba serta melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....