Penutupan Festasada 2026 Tampilkan Kolaborasi Seni, Budaya, dan Kearifan Lokal
- 20 Apr 2026 11:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Festival Seni, Adat, dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026 resmi ditutup meriah di RTH Taman Bung Karno, Sukasada, Minggu (19/4) malam. Mengusung tema “Abhyudaya”, festival yang berlangsung selama tiga hari ini sukses menjadi ruang ekspresi seni sekaligus penguat identitas budaya lokal.
Malam penutupan berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni yang memikat ratusan penonton. Salah satu penampilan yang menyita perhatian yakni Tari Kebesaran Winayaka yang dibawakan Komunitas Temblelung SMKN 1 Sukasada. Gerak dinamis yang sarat makna budaya mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati area panggung utama.
Selain itu, penampilan tradisi Burdah dari Desa Pegayaman kembali menegaskan kekayaan akulturasi budaya di Kabupaten Buleleng. Nuansa religius yang berpadu dengan seni tradisi menghadirkan suasana khidmat sekaligus memukau.
Panitia juga mengumumkan para pemenang berbagai lomba yang digelar selama festival, di antaranya lomba karaoke tingkat SD, SMP, SMA/SMK, lomba mewarnai tingkat TK, lomba mesatua Bali tingkat SD, serta lomba membaca puisi tingkat SMP dan SMA/SMK. Pengumuman tersebut disambut antusias oleh peserta dan para pendukung yang hadir.

Tak hanya itu, festival gebogan bunga serta pertunjukan seni tari dan tradisi dari wilayah Kecamatan Sukasada turut menambah kemeriahan acara sekaligus membangkitkan kembali seni tradisi yang adiluhung.
Suasana semakin meriah saat penyanyi Bali Bagus Wirata tampil sebagai bintang tamu. Sejumlah lagu andalannya yang telah akrab di telinga masyarakat sukses mengajak penonton bernyanyi bersama.
Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Festasada 2026. Menurutnya, festival ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan seni serta budaya lokal.
“Festasada ini luar biasa. Tidak hanya meriah, tetapi juga mampu menghadirkan kekuatan budaya lokal yang menjadi jati diri masyarakat. Saya mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari panitia, pelaku seni, hingga masyarakat yang telah berpartisipasi aktif selama tiga hari ini,” ujarnya.

Ia berharap Festasada dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu menarik perhatian masyarakat lokal maupun luar daerah.
“Pada kesempatan ini kami mohon masukan, pendapat, dan kritik membangun untuk kemajuan serta perbaikan Festasada ke depan,” katanya.
Penutupan Festasada 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian festival yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....