Koperasi Merah Putih Digenjot, Buleleng Siap Perkuat Ekonomi Desa
- 19 Apr 2026 12:09 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah pusat terus mendorong penguatan ekonomi berbasis desa melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diprakarsai Presiden RI, Prabowo Subianto. Program ini menargetkan pembentukan lebih dari 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian desa.
Program KDKMP tidak hanya difokuskan pada pembentukan lembaga ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Koperasi dirancang mampu menjawab berbagai kebutuhan warga, mulai dari akses permodalan hingga distribusi kebutuhan pokok. Dengan demikian, desa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar wilayah.
Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf. Achmad Setyawan Syah, saat ditemui di Singaraja, Jumat 17 April 2026, menegaskan pentingnya peran KDKMP dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ia menyebut koperasi ini juga berperan dalam mengendalikan inflasi serta menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Selain itu, keberadaan koperasi diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini bertujuan meningkatkan perekonomian desa, nilai tukar petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan inklusi keuangan. Koperasi juga melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti apotek, simpan pinjam, sembako, hingga logistik pupuk dan bibit,” ujar Dandim Achmad Setyawan Syah. Ia menambahkan, layanan kesehatan dasar juga menjadi bagian dari fungsi koperasi tersebut.
Di Kabupaten Buleleng sendiri, pengembangan koperasi ini mulai menunjukkan progres signifikan. Dari total 148 desa, sebanyak 20 desa saat ini tengah membangun kantor Koperasi Merah Putih. Bahkan, dua desa yakni Sumberkelampok di Kecamatan Gerokgak dan Giri Emas di Kecamatan Sawan telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen.
Sementara itu, 18 desa lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan progres yang bervariasi. Sebanyak 15 desa sudah mencapai kemajuan antara 20 hingga 90 persen, sedangkan tiga desa lainnya baru memasuki tahap awal pemasangan papan proyek. Kondisi ini menunjukkan adanya percepatan pembangunan yang terus didorong oleh berbagai pihak.
Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Dandim mengungkapkan, beberapa wilayah seperti Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Banjar masih mengalami kesulitan dalam penyediaan lahan. “Idealnya, pembangunan koperasi membutuhkan lahan sekitar 10 are atau 1.000 meter persegi untuk kantor dan area parkir,” jelasnya.
Ia juga menargetkan pembangunan koperasi secara nasional dapat mencapai 35 ribu unit pada Agustus mendatang. Dengan capaian tersebut, koperasi diharapkan sudah siap diresmikan dan mulai beroperasi secara optimal. Hal ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi program nasional di sektor ekonomi desa.
Lebih lanjut, pengelolaan Koperasi Merah Putih akan mengedepankan modernisasi dan digitalisasi. Sistem pengelolaan profesional diterapkan agar koperasi mampu bersaing dan memberikan manfaat maksimal bagi anggota. “Keuntungan koperasi akan kembali kepada masyarakat desa sebagai anggota, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di desa,” tegasnya.
Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada desa adat dan tokoh masyarakat yang telah berkontribusi dalam penyediaan lahan. Dukungan tersebut dinilai sangat penting dalam mempercepat pembangunan koperasi di daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Adapun desa-desa yang tengah membangun koperasi tersebar di sejumlah kecamatan di Buleleng. Di antaranya Kecamatan Gerokgak, Sawan, Seririt, Kubutambahan, Sukasada, Tejakula, hingga Busungbiu. Pemerintah berharap, seluruh koperasi ini nantinya dapat beroperasi optimal dan menjadi pilar utama penguatan ekonomi desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....