Jembrana Sosialisasikan Beasiswa 1 Keluarga 1 Sarjana

  • 17 Apr 2026 10:15 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara– Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan program beasiswa “1 Keluarga 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah Provinsi Bali, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) akan menyentuh warga Jembrana.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya generasi yang lebih kompetitif.

Program “1 Keluarga 1 Sarjana” menyasar keluarga kurang mampu yang memiliki KTP Bali. Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga bantuan biaya hidup selama masa studi.

Fasilitas yang diberikan mencakup pembebasan biaya pendaftaran, SPP atau UKT hingga delapan semester, serta uang pangkal yang ditanggung perguruan tinggi mitra. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh bantuan biaya hidup bulanan dengan besaran yang disesuaikan wilayah.

Proses seleksi dilakukan secara ketat agar tepat sasaran, dengan melibatkan rekomendasi desa adat serta indikator ekonomi keluarga. Saat ini, sebanyak 28 perguruan tinggi di Bali telah siap mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Pemerintah Provinsi Bali menargetkan sekitar 1.450 mahasiswa dapat mengikuti program ini, dengan tujuan agar setiap keluarga kurang mampu memiliki minimal satu sarjana,” ujar Bupati Kembang Hartawan disela-sela sosialisasi program ini, Rabu 15 April 2026.

Selain itu, turut diperkenalkan program “Bali Go Global” yang membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan dan bersaing di pasar kerja internasional melalui pendidikan vokasi dan pelatihan. Bupati Kembang Hartawan menilai pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kehadiran satu sarjana dalam keluarga diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan taraf hidup.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mendorong anak-anak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Pemerintah sudah menyiapkan program dan peluang. Kini penting bagi masyarakat untuk memanfaatkannya dan berani memiliki cita-cita besar,” ujarnya.

Melalui sinergi program tersebut, diharapkan akses pendidikan tinggi semakin terbuka luas, termasuk bagi masyarakat di wilayah pelosok, sehingga mampu menciptakan SDM unggul dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....