Festasada 2026 Bangkitkan Seni Budaya Sukasada Berkelanjutan

  • 17 Apr 2026 10:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong pelestarian seni dan budaya melalui berbagai kegiatan, salah satunya Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026. Festival ini menjadi momentum kebangkitan seni budaya lokal setelah sempat vakum sejak 2020.

Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, mengatakan Festasada mengusung tema “Abhyudaya” yang bermakna kebangkitan. Festival ini diharapkan mampu menghidupkan kembali seni budaya adiluhung yang menjadi identitas masyarakat Sukasada.

“Melalui tema Abhyudaya, kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama krama Bali,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.

Festasada akan digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026 di RTH Taman Bung Karno Sukasada. Berbagai pertunjukan seni khas akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, Baleganjur, hingga kesenian unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan beragam kegiatan seperti Festival Gebogan berbahan bunga lokal, parade budaya, lomba-lomba, hingga pertunjukan seni modern yang tetap berlandaskan kearifan lokal. Seluruh pelaku seni yang terlibat merupakan putra-putri daerah Sukasada.

Tidak hanya itu, sektor UMKM juga turut dilibatkan dengan menghadirkan kuliner khas Sukasada dan Buleleng. Panitia lebih mengedepankan makanan tradisional sebagai upaya memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya tarik festival.

Dalam penyelenggaraannya, panitia juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah. Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, serta disiapkan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah berbasis sumber.

“Kami berusaha agar festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Festasada diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu mendorong partisipasi masyarakat, pelaku seni, serta UMKM. Festival ini juga diharapkan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

“Kami berharap festival ini terus berkembang menjadi ruang bagi pelaku seni sekaligus memperkuat identitas budaya Sukasada di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk hadir dan bersama-sama merayakan kekayaan seni budaya Sukasada dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....