Makna Ulap-Ulap pada Bangunan Masyarakat Bali

  • 16 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar – Bagi umat Hindu di Bali, Ulap-ulap merupakan elemen penting dalam prosesi penyucian bangunan.

Tanpa Ulap-ulap, sebuah bangunan baru dianggap hanya sebatas tumpukan batu atau kayu tanpa jiwa.

"Ulap-ulap menandakan bahwa bangunan baru itu sudah dihidupkan secara spiritual. Ulap-ulap terlebih dahulu dipasupati di Geria olih sulinggih atau oleh Pinandita jika sudah tersedia banten pasupati," ujar Jro Mangku I Made Agus Wiranata

Pemangku pura Dadia Manik Aji, Kelurahan Sumerta Kangin, Denpasar Timur tersebut mengatakan bahwa Aksara atau gambar pada Ulap-ulap berbeda-beda tergantung jenis bangunan (Pelinggih) dan letak bangunannya.

Ulap-ulap berupa gambar atau rerajahan (tulisan) menggunakan aksara suci Modre bertujuan memohon perlindungan dan anugerah dari Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sesuai yang dipuja di tempat tersebut.

Pemasangan Ulap-ulap biasanya dilakukan saat upacara Melaspas.

Masyarakat meyakini bahwa keseimbangan antara sekala (dunia nyata) dan niskala (dunia spiritual) harus tetap dijaga.

Ulap-ulap adalah kearifan lokal Bali yang mengajarkan bahwa setiap benda yang dibuat manusia sejatinya memiliki spirit yang harus dihormati agar memberikan keselamatan dan keharmonisan bagi penghuninya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....