KPU Buleleng Dorong Pemilih Pemula Melek Demokrasi Aktif

  • 16 Apr 2026 06:28 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi pendidikan pemilih bagi pelajar di SMAN 2 Singaraja pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini menyasar pemilih pemula sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap proses demokrasi. Selain itu, sosialisasi ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif siswa dalam pemilu mendatang.

Perwakilan kepala sekolah, Kadek Cintia Apsari, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran KPU di lingkungan sekolah memberikan edukasi yang sangat penting bagi siswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat membuka wawasan siswa terkait peran mereka sebagai pemilih pemula dalam demokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemahaman sejak dini akan membentuk sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilih. Menurutnya, siswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga bagian dari generasi yang menentukan masa depan bangsa. “Kami berharap para siswa mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas melalui partisipasi aktif,” imbuhnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata. Ia mengawali pemaparan dengan menjelaskan sejarah demokrasi, mulai dari perkembangan di dunia hingga penerapannya di Indonesia. “Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam menentukan arah kebijakan melalui pemilu,” katanya.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Buleleng. Disebutkan bahwa Buleleng masih berada pada posisi kedua terendah di Provinsi Bali dalam hal partisipasi pemilih. “Melalui sosialisasi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran generasi muda agar tidak apatis dan mau menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip demokrasi, termasuk pentingnya kehadiran di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kehadiran pemilih disebut sebagai bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan. “Satu suara sangat berarti dalam menentukan masa depan daerah maupun bangsa,” ucapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang melibatkan para siswa. Peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar pemilu, mulai dari mekanisme pencoblosan hingga peran pemilih pemula. Diskusi ini menjadi ruang bagi siswa untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyampaikan pandangan mereka.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para siswa tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya partisipasi dalam demokrasi. Dengan demikian, tingkat partisipasi pemilih di Buleleng dapat meningkat pada pemilu mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....