Merawat Pertemanan Beda Keyakinan di tengah Keberagaman Indonesia

  • 10 Apr 2026 04:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja: Pertemanan adalah hal yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda, apalagi setelah momen libur panjang yang membuat banyak orang merasakan rindu untuk kembali bertemu teman-teman, termasuk mereka yang berbeda keyakinan. Dalam realitas kehidupan di Indonesia yang penuh keberagaman, pertemanan lintas agama bukanlah sesuatu yang asing. Justru, hal ini menjadi kekayaan sosial yang memperkuat persaudaraan. Namun, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, masih muncul pertanyaan: apakah pertemanan beda keyakinan bisa tetap utuh dan harmonis?

Menurut Sumertayasa, sebagai Penyuluh Agama Hindu, perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang dalam menjalin hubungan sosial. Dia menegaskan bahwa membatasi pergaulan hanya karena perbedaan agama adalah bentuk pemikiran yang sempit, apalagi di era modern saat ini di mana akses pengetahuan sangat luas.

“Kalau sampai meninggalkan pergaulan hanya karena beda agama, itu sudah pasti pemikirannya sempit,” ujar Sumertayasa.

Dia menekankan bahwa generasi muda harus mampu membuka diri, membangun komunikasi, dan menjalin relasi tanpa memandang latar belakang keyakinan. Dalam praktiknya, pertemanan beda keyakinan memang tidak lepas dari tantangan, terutama di media sosial yang kerap menjadi ruang perdebatan.

Perbedaan pendapat sering kali berujung pada konflik jika tidak diimbangi dengan etika komunikasi yang baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain serta tetap menghormati prinsip masing-masing.

Sikap fanatik terhadap agama diperbolehkan, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan atau menyinggung orang lain. Justru, perbedaan tersebut dapat menjadi ruang belajar untuk saling memahami dan memperkaya sudut pandang.

Lebih jauh, Sumertayasa mengajak generasi muda untuk menanamkan nilai toleransi, konsep Tat Twam Asi dan Wasudewa Kutumbakam dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini mengajarkan bahwa semua manusia pada dasarnya adalah saudara dan bagian dari ciptaan Tuhan yang sama.

“Yang terpenting adalah kita saling menjaga, saling menghormati, dan saling melengkapi satu dengan yang lain,” ucap Sumertayasa.

Dengan memahami hal ini, pertemanan beda keyakinan bukan hanya mungkin. Namun juga dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis di tengah keberagaman Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....