Tragedi Sungai Yeh Aye, Korban Kedua Ditemukan Meninggal Hari Kedua Tim SAR
- 08 Apr 2026 11:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban terseret arus di Sungai Yeh Aye, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, berlanjut hingga hari kedua, Rabu 8 April 2026. Peristiwa ini menyita perhatian warga setempat karena melibatkan korban anak-anak. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir aliran sungai sejak pagi hari.
Korban diketahui bernama Vikram Abinawa (6), warga Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Tamblang. Sejak dilaporkan hilang pada Selasa 7 April 2026, pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR bersama masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan menyisir aliran sungai hingga ke titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menyampaikan perkembangan hasil pencarian.
"Pencarian kemarin malam ditemukan satu orang korban dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 19.05 ada di pinggiran sungai dan dapat dievakuasi oleh warga," ungkapnya.
Pada hari kedua operasi, tim kembali bergerak sejak pagi untuk melanjutkan pencarian. Sebanyak delapan personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses pencarian tidak berlangsung lama setelah adanya laporan dari masyarakat yang ikut melakukan penyisiran.
"Pada pelaksanaan hari ke dua, dapat info dari laporan pukul 07.00, korban terlihat dan dievakuasi oleh warga pada pukul 07.30," terangnya. Jasad korban ditemukan mengambang di sekitar Pintu Air Bendungan Tamblang, berjarak sekitar 2,16 kilometer ke arah barat laut dari lokasi awal terseret arus.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban. Setelah berhasil diangkat dari lokasi, jenazah Vikram dibawa menuju rumah duka menggunakan Rescue Car Basarnas. Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan unsur SAR dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, dua orang dilaporkan terseret arus saat mandi di Sungai Daya pada Selasa 7 April 2026 sekitar pukul 17.25 Wita. Satu korban telah lebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara korban lainnya yang masih anak-anak sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan pada hari kedua operasi.
Selama pelaksanaan operasi SAR, berbagai unsur terlibat dalam upaya pencarian. Di antaranya Rescuer Pos SAR Buleleng, Pol Airud Polres Buleleng, Polsek Kubutambahan, Pos TNI AL Sangsit, Koramil 1609/02 Kubutambahan, PMI Kabupaten Buleleng, BPBD Buleleng, Bhuana Bali Rescue, Balawista Buleleng, perangkat Desa Tamblang, Linmas, serta keluarga korban dan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus tidak stabil. Koordinasi cepat antara warga dan tim SAR menjadi faktor penting dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....