Kakek Meninggal, Cucu Hanyut di Sungai Tamblang Buleleng
- 08 Apr 2026 09:27 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Insiden terseret arus sungai terjadi di wilayah Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Selasa sore 7 April 2026. Peristiwa ini melibatkan dua orang yang mandi di aliran sungai, dengan satu korban ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menyebutkan, informasi kejadian diterima pada pukul 17.50 Wita. Estimasi kejadian berlangsung sekitar pukul 17.25 Wita di Sungai Daya, Kubutambahan, Buleleng, dengan kondisi membahayakan manusia.
Dalam laporan tersebut disebutkan, satu korban atas nama Vikram Abinawa (5) hingga kini masih dalam pencarian. Sementara satu korban lainnya telah ditemukan lebih dahulu oleh warga dalam kondisi meninggal dunia.
Kadek Donny Indrawan selaku Koordinator Pos SAR Buleleng menjelaskan identitas korban. “Kakek a.n. Ketut Budasa, 61 th. Alamt Dsn Kajakangin. Desa Tamblang. Sdh d temukan dlm keadaan meninggal. Cucu, a.n Vikram Abinawa, 5 th. Blum ditemukan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan kronologi sementara kejadian berdasarkan informasi di lapangan.
“Kronologis, kedua korban mandi di Tukad Yeh Aya (Jembatan Bontihing), cucunya terpeleset, kmudian hanyut, sempat berhasil ditolong oleh kakeknya, tetapi terpeleset saat menggengam cucunya, sehingga keduanya kemudian hanyut,” ujarnya.
Tim SAR gabungan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan. Pada pukul 18.10 Wita, Tim Rescue Pos SAR Buleleng yang terdiri dari lima personel diberangkatkan menggunakan Rapid Deployment Land SAR Unit menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam.
Upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai peralatan seperti peralatan SAR air, medis, alat komunikasi, serta dukungan peralatan lainnya. Koordinasi juga dilakukan dengan Polsek Kubutambahan, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pencarian korban.
Hingga laporan ini disampaikan, satu korban masih dalam status dalam pencarian. Tim SAR terus melakukan upaya penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang dilaporkan berawan dan jarak pandang mencapai 10 kilometer.
Peristiwa ini menjadi perhatian bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di aliran sungai, terutama saat kondisi arus deras. Proses pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban segera ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....