Trauma dan Ancaman Banjir Berulang, Warga Desa Banjar Diimbau Tingkatkan Waspada

  • 23 Apr 2026 07:29 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Trauma dan Ancaman Banjir
  • Ancaman Banjir Berulang
  • Warga Desa Banjar
  • Tingkatkan Kewaspadaan

RRI.CO.ID, Singaraja — Banjir bandang yang melanda Desa Banjar tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi warga, terutama keluarga korban. Tercatat empat orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, dengan satu korban hingga kini belum ditemukan.

Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa, mengungkapkan bahwa sebagian warga terdampak masih mengungsi dan belum berani kembali ke rumahnya karena trauma.

“Korban masih menumpang di rumah keluarga. Trauma pasti ada, apalagi yang kehilangan anggota keluarga,” ujarnya.

Pemerintah desa berencana menghadirkan pendampingan psikologis bagi korban. Namun pelaksanaannya masih menunggu kondisi keluarga yang tengah berduka.

Selain dampak psikologis, ancaman banjir berulang juga menjadi perhatian serius. Desa Banjar diketahui merupakan wilayah rawan banjir, bahkan kejadian serupa telah terjadi beberapa kali sebelumnya, meski tidak separah tahun ini.

Menurut Perbekel, salah satu penyebab utama adalah tingginya curah hujan di wilayah hulu seperti Gobleg dan Munduk yang berdampak langsung pada peningkatan debit air di hilir, meskipun di Desa Banjar tidak turun hujan.

“Walaupun di Banjar tidak hujan, kalau di atas hujan lebat, air pasti besar. Ini yang harus diwaspadai,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa kini memperkuat koordinasi antarwilayah melalui komunikasi intensif antar kepala desa di daerah hulu dan hilir untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membangun rumah terlalu dekat dengan bantaran sungai serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai.

“Kami minta warga lebih waspada. Jika hujan lebat, sebaiknya segera mengungsi sementara demi keselamatan,” katanya.

Pemerintah desa berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sehingga tidak lagi menimbulkan korban jiwa di masa mendatang.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....