Kominfosanti Buleleng Ikuti EPSS 2026, Penilaian Dimulai April
- 07 Apr 2026 13:50 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng mulai bersiap menghadapi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas data statistik pemerintah daerah.
Pelaksanaan EPSS sendiri dijadwalkan mulai memasuki tahapan penilaian pada akhir April 2026.
Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Made Suharta, S.Kom., M.A.P., didampingi Kabid Persandian dan Statistik, Komang Ery Marta, mengikuti pembukaan EPSS secara virtual dari Ruang Buleleng Command Center (BCC), Selasa (7/4). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasubdit Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Rocky Gunung Hasudungan.
Dalam pemaparannya, Rocky menjelaskan bahwa penyediaan data statistik pemerintah yang berkualitas mencakup lima unsur utama. Unsur tersebut meliputi pembinaan statistik sektoral berdasarkan hasil EPSS, peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik, hingga penyediaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pelaksanaan EPSS 2026 merujuk pada Peraturan BPS Nomor 3 Tahun 2022 tentang EPSS. Nanti tahap pelaksanaan EPSS ini meliputi penilaian mandiri, penilaian dokumen, intervensi, visitasi dan terakhir adalah pleno,” ujar Kasubdit Rocky.
Lebih lanjut dijelaskan, batas akhir pengunggahan Surat Keputusan Tim Penilai Internal (TPI) ditetapkan pada 26 April 2026. Sementara itu, periode penilaian mandiri akan berlangsung mulai 27 April hingga 31 Mei 2026. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan statistik sektoral di daerah.
Rocky juga menekankan bahwa pelaksanaan EPSS tahun ini diarahkan untuk memperluas cakupan informasi strategis. Fokus penilaian tidak hanya pada data konvensional, tetapi juga mencakup ekonomi digital, ekonomi lingkungan, dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
“Terdapat 8 disrupsi atau terobosan besar yang menjadi fokus EPSS, yaitu pergeseran pola konsumsi, pandemi Covid-19, urbanisasi dan demografi, perkembangan teknologi digital, metode transaksi keuangan, ekonomi gig dan pasar kerja, ekonomi lingkungan serta pengaruh ekonomi global,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta EPSS juga diajak untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menghasilkan data yang akurat dan relevan bagi perencanaan pembangunan nasional.
“Metode sensus ekonomi sangat mudah, masyarakat akan mendapatkan email langsung dari BPS atau didatangi langsung oleh petugas sensus. Kemudian berikan jawaban yang benar tentunya dengan jaminan kerahasiaan data,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam EPSS 2026,
Kominfosanti Buleleng diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola statistik sektoral. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam penyediaan data yang akurat, terpercaya, dan mendukung pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Tag:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....