Purnama Simbol Kesadaran dan Penerangan Batin

  • 02 Apr 2026 22:27 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Hari suci Purnama bukan sekadar ritual rutin, akan tetapi ada filosofi mendalam tentang cahaya Tuhan yang menuntun umat manusia keluar dari kegelapan pikiran.

Salah seorang Prajuru Pura Agung Jagatnatha Buleleng, Made Pasek mengatakan bahwa esensi utama dari persembahyangan Purnama adalah pencarian penerangan dalam hidup.

Menurutnya, fenomena alam saat bulan bulat sempurna adalah simbol dari kehadiran Tuhan dalam manifestasiNya sebagai Sang Hyang Candra

Made Pasek menekankan bahwa istilah terang pada malam Purnama bukan hanya merujuk pada cahaya fisik bulan di langit, melainkan sebuah metafora spiritual.

"Purnama adalah malam yang terang. Terang itu diartikan bagaimana kita sebagai umat manusia, khususnya umat Hindu, mendapatkan penerangan bathin dari Tuhan," ujar Made Pasek di sela-sela persembahyangan hari suci Purnama, di Pura Agung Jagatnatha Buleleng pada Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa terang tersebut adalah sinar suci yang masuk ke dalam jiwa manusia untuk mengusir kegelapan batin (Avidya).

Baca juga: Makna Tema PKB 2026

Dengan pikiran yang terang, manusia diharapkan dapat menjalankan swadarma hidup dengan lebih bijaksana dan terarah. Cahaya Purnama diyakini membawa energi kesejukan (Amerta)

Melalui momentum Purnama ini, umat diharapkan tidak hanya sekedar ritual semata, tetapi benar-benar membawa pulang cahaya tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

Saat bulan bersinar terang, hendaknya batin kita pun ikut benderang sehinga bisa menjadi pribadi yang lebih sabar, terang dalam berpikir, dan harmonis dengan seisi alam semesta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....