ASDP Pastikan Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Tetap Lancar
- 30 Mar 2026 18:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pergerakan arus balik Lebaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan sejak Minggu pagi. Ribuan kendaraan pemudik bergerak menuju Pelabuhan Ketapang untuk kembali ke Bali. Antrean panjang terlihat di sejumlah titik, namun arus kendaraan tetap berjalan dalam pengaturan yang terkendali.
Di tengah lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal. Kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang dan kendaraan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan pihaknya terus memperkuat koordinasi di lapangan. Ia menyebut berbagai langkah telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik.
“Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik,” ujarnya pada Minggu, 29 Maret 2026.
Lonjakan trafik mulai terlihat sejak H+1 (23 Maret 2026) hingga H+6 (28 Maret 2026). Pada H+6, tercatat pergerakan tertinggi mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari. Data tersebut menunjukkan bahwa fase puncak arus balik telah berlangsung.
Sementara itu, data reservasi tiket melalui platform Ferizy juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, 135.256 unit telah terlayani hingga H+6, sedangkan 12.798 unit masih dalam perjalanan menuju pelabuhan.
Kondisi ini menandakan arus balik belum sepenuhnya mereda. Potensi kepadatan masih dapat terjadi seiring kedatangan kendaraan secara bertahap. Perencanaan perjalanan menjadi faktor penting agar pengguna jasa tidak terjebak penumpukan.
| Baca juga: Antrean ke Pelabuhan Gilimanuk Mengular |
Berdasarkan data produksi 12 jam pada 29 Maret 2026, tercatat 22.804 penumpang telah menyeberang. Jumlah kendaraan mencapai 6.401 unit, terdiri dari sepeda motor, mobil pribadi, truk logistik, dan bus. Secara kumulatif, sebanyak 97.683 kendaraan dan 314.491 penumpang telah kembali ke Bali sejak awal periode arus balik.
Di lapangan, antrean kendaraan tetap bergerak meski volume tinggi. ASDP menerapkan prioritas bagi kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus. Sementara kendaraan logistik diatur secara fleksibel dengan memanfaatkan buffer zone untuk menjaga kelancaran.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan pengalihan kendaraan barang dilakukan saat lonjakan terjadi. “Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” ujarnya.
Sebanyak 32 kapal dioperasikan untuk mendukung layanan penyeberangan, termasuk 18 kapal dengan pola Tiba-Bongkar-Berangkat. Tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, namun proses pemuatan kendaraan tetap berjalan lancar. Optimalisasi buffer zone juga terus dilakukan untuk mengurai kepadatan.
Di tengah tingginya mobilitas, ASDP mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket melalui Ferizy, mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kebutuhan selama perjalanan tercukupi,” ucap Yossianis. Arus balik diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan pengawasan ketat dari petugas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....