Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Tamblingan Bali
- 28 Mar 2026 18:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kegiatan penanaman pohon kembali digelar di kawasan Danau Tamblingan, Bali, dengan melibatkan berbagai pihak lintas negara. Program ini menjadi bagian dari upaya konservasi lingkungan sekaligus penguatan jejaring komunitas dari hulu hingga hilir. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Sebanyak lebih dari 100 peserta terlibat dalam kolaborasi ini. Mereka berasal dari berbagai komunitas lingkungan, akademisi, hingga organisasi internasional yang memiliki perhatian terhadap pelestarian alam. Penanaman ini difokuskan pada area sekitar danau yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Pendiri Kayoman Pedawa, I Wayan Sadyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama lintas komunitas dan lembaga. “Kolaborasi yang dihadiri lebih dari 100 orang ini terselenggara berkat kerja sama yang baik antara komunitas Kayoman Pedawa, BKSDA Bali, Aliansi Lingkungan Asia (Asia Environmental Alliance), The Greenery Fund, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha, Universitas Iwate, Komunitas Baga Raksa Alas Mertajati (BRASTI), dan sejumlah komunitas pencinta lingkungan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, jenis pohon yang ditanam adalah ficus seperti beringin dan loam gintungan. Tanaman ini dipilih karena memiliki kemampuan menyimpan air yang baik dan dinilai efektif dalam mendukung konservasi sumber daya air di kawasan Danau Tamblingan. Penanaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan efektivitas dan kualitas penanaman.
Bagi Kayoman Pedawa, kegiatan ini merupakan kolaborasi keempat setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2023, 2024, dan 2025 di Desa Pedawa. Kali ini, Kayoman memperluas jangkauan kolaborasi dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas internasional. Peran Kayoman dinilai aktif dalam membangun sinergi antar komunitas lingkungan di Bali.
Tujuan utama kegiatan ini tidak hanya untuk mendukung konservasi air Danau Tamblingan, tetapi juga memperkuat konektivitas antara komunitas di kawasan hulu dan hilir. Keterlibatan masyarakat dari wilayah hilir, termasuk kawasan Panca Desa Bali Aga, dianggap penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga hutan dan sumber air.
Karena jumlah pohon yang ditanam mencapai 1000 batang, proses penanaman telah dimulai sejak 27 Maret 2026. Kegiatan ini secara aktif diikuti oleh Komunitas BRASTI dan Yayasan Wisnu. Tahapan awal dilakukan untuk memastikan seluruh bibit tertanam dengan baik sesuai kondisi lahan.
Ke depan, komunitas Kayoman Pedawa bersama Komunitas BRASTI akan menjadwalkan kegiatan pemeliharaan secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pohon yang telah ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga fungsi ekologis kawasan Tamblingan tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....