Gebyar HPV DNA Buleleng Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks
- 28 Mar 2026 18:39 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pencegahan kanker serviks di Kabupaten Buleleng terus diperkuat melalui program deteksi dini berbasis teknologi. Pemeriksaan HPV DNA kini menjadi salah satu metode yang diperkenalkan kepada masyarakat karena dinilai lebih akurat dalam mendeteksi virus berisiko tinggi. Program ini menyasar perempuan usia 30 hingga 69 tahun sebagai kelompok paling rentan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan Gebyar HPV DNA. Kegiatan ini berlangsung pada 26–27 Maret 2026 di Klinik Sutji Medika. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, menyampaikan bahwa tingginya potensi kasus pada perempuan usia produktif menjadi alasan utama digencarkannya skrining ini. Ia menilai deteksi dini merupakan langkah penting untuk menekan angka kejadian kanker serviks di daerah.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mengetahui sejak awal apakah seseorang terpapar virus HPV. “Jika terdeteksi lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan melalui kegiatan gebyar, tetapi juga dilakukan secara rutin di puskesmas. Layanan tersebut diberikan secara gratis untuk menjangkau lebih banyak perempuan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan. Ini justru langkah awal untuk melindungi diri. Kalau kita sayang pada diri sendiri, pasti ada keinginan untuk melakukan deteksi sejak dini,” imbuhnya.
Dari sisi capaian, partisipasi masyarakat menunjukkan tren positif. Dari target 5.500 sasaran, hingga akhir Maret 2026 telah tercapai hampir 3.000 peserta. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Salah satu peserta, Luh Ayu (48) asal Banyuning, mengaku terdorong mengikuti pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya. Ia sempat merasa tegang saat menjalani tes, namun dukungan tenaga kesehatan membuatnya lebih tenang.
“Ayo ibu-ibu, manfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan diri. Kalau terdeteksi lebih awal, kita bisa segera mencegah dan berobat. Astungkara, kita bisa terhindar dari penyakit ini,” ajaknya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap semakin banyak perempuan di Kabupaten Buleleng melakukan deteksi dini secara rutin. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kasus kanker serviks dan mencegah kondisi berkembang ke tahap yang lebih serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....